DECLUTTERING & ORGANIZING EDUKASI MINDFULNESS REVIEW

Review – Make Your Bed

Halo semua. Kembali lagi saya posting review buku. Saya baca buku ini di pekan pertama Januari 2020, termasuk buku kedua yang saya baca (masuk reading list 2021) setelah saya selesaikan baca buku ‘Habits of Happy Brain’ (ini buku belum saya review, next post saja).

Oia, karena per tahun 2018 akhir saya mengalihkan buku bacaan saya ke e-reader, maka saya bacanya bukan buku fisik ya, melainkan buku elektronik. Kalau buku fisik, biasanya harus menunggu lama dan kondisi rak buku saya jadi penuh, sementara saya keluarga termasuk tipe orang yang memilih untuk hidup yang ringkas, minimalis. Untuk cover bukunya kira-kira seperti ini.

Details

Judul Buku : Make Your Bed, little things that can change your life … and maybe the world
Penulis : Admiral William H. McRaven (U.S Navy Retired)
Genre Buku : Self Help
Tahun Terbit : 2017
Jumlah Halaman : 83 pages (e-book) atau 144 pages (buku fisik)
Penerbit : Penguin UK

Bagi teman-teman yang belum familier dengan buku ini, bisa cek di goodreads ya.

Apa isi Buku ini?

Awal mula saya membacanya, pikiran saya dibawa ke kisah muda dari William yang berada di barrack (dalam bahasa Indonesia – barak- yaitu gedung ketentaraan tempat berdiam sementara para serdadu). Setiap pagi hari, ia bersama kawan-kawannya selalu sigap merapikan tempat tidurnya.

Making your bed adalah membereskan tempat tidur setelah semalaman kita gunakan istirahat. Tujuannya bukan semata estetika, meluruskan kain sprei yang miring, membersihkan bagian permukaan atau menata bantal semata, melainkan ada sebuah makna didalamnya. Maknanya adalah ‘hidup itu sungguh keras, jika kita tidak detail dan rapikan hal kecil di pagi hari, maka akan sulit untuk merapikan hal besar lainnya’.

Buku ini terdiri dari 10 chapter atau 10 bab. Yaitu :

  1. Start your day with a task completed.
  2. You can’t Go it alone.
  3. Only the Size of Your Heart Matters.
  4. Life’s Not fair! Drive On!
  5. Failure Can Make you stronger.
  6. You Must Dare Greatly.
  7. Stand Up to the Bullies.
  8. Rise to the Occasion.
  9. Give People Hope
  10. Never, Ever Quit!

Pada halaman terakhir, berisi tentang betapa terharunya William diminta untuk memberikan speech di Universitas Texas. Jika ada yang belum pernah nonton, bisa klik tautan cuplikan youtube di bawah ini.

Ulasan Saya

Buku ini memberikan pesan bahwa untuk mengubah hidup, ubahlah melalui hal terkecil dan berdampak setiap hari. The simple thing is making your bed. Yap! Membereskan tempat tidur. Hal ini adalah kebiasaan yang sederhana namun memang memberikan keuntungan tersendiri. Saya ingin menceritakannya di sini, kebiasaan merapikan kasur di masa saya kuliah, ketika ngekos dan di asrama. Sebab betapa disiplin itu penting, yang semula saya mengira hal tersebut biasa saja, faktanya di saat kasur saya rapi, di sanalah pikiran saya nyaman. Ketika saya kembali untuk beristirahat -selesai kuliah- tiba di kamar yang nyaman dengan kasur tertata, sudah mengurangi timbunan stress yang saya bawa dari luar.

Di rumah saya sendiri, kasur adalah barang utama dan satu-satunya yang saya letakkan di kamar tidur. Ketika saya sudah merapikan satu fungsi barang pada tempatnya (kamar tidur hanya untuk tidur dan rapi jika tidak digunakan) maka otomatis, kerapian dalam hidup dan keteraturan itu terwujud. It’s amazing!

Beberapa quotes yang saya garisbawahi dari buku ini adalah sbb:

  • if you want to change the world, start off by making your bad.” (chapter 1)
  • if you want to change the world, find someone to help you paddle.” (chapter 2). Maksud dari paddle disini bukan mendayung perahu sebagaimana kata aslinya ya, melainkan mengarungi hidup. Artinya, kita tidak bisa hidup sendiri. Semua perlu bantuan dan harus saling membantu.
  • if you want to change the world, measure a person by the size of their heart.” (chapter 3).
  • if you want to change the world.. get over being a sugar cookie and keep moving forward.” (chapter 4, intinya keluar dari zona nyaman).
  • if you want to change the world.. don’t be afraid of the circus.” (chapter 5, intinya jangan takut gagal).
  • if you want to change the world.. slow down the obstacle headfirst” (chapter 6)
  • if you want to change the world.. don’t back down from the sharks” (chapter 7)
  • if you want to change the world.. be your very best in the darknest moments” (chapter 8)
  • if you want to change the world.. start singin when you’re up to your neck in mud” (Chapter 9)
  • if you want to change the world.. don’t ever, ever ring the bell.” (chapter 10, intinya jangan membunyikan bel tanda menyerah, tetaplah berjuang).

Buku ini banyak menceritakan tentang kejadian di masa lampau saat William menjadi tentara US termasuk saat dikirim ke Afghanistan maupun Irak. Entahlah saya hanya membaca dari sudut sebagai pembaca saja, namun jika dikaitkan dengan agama saya, tentu saya tak bisa berpendapat karena konflik yang terjadi di negara tersebut pun saya tak paham. Namun, dalam hal ini, saya lebih banyak memandang dari sudut pandang sikap yang penuh energik, rapi dan optimis.

Untuk lebih jelasnya, teman-teman bisa membaca isi buku ini. Termasuk ringan dari segi jumlah halaman, pantasnya jadi buku saku ya. Rating saya untuk buku ini 4/5.

Tinggalkan Balasan