DAILY GEMAR RAPI MINIMALIST RUMAH TUMBUH SUSTAINABLE LIVING

Rumah Baru, Alhamdulillah! (Part 1)

Welcome Februari 2021!

Bismillah. Mengawali hari ini dengan semangat baru. Dua hari ini saya pindahan ke rumah sendiri, Alhamdulillah sudah tidak ngontrak atau sewa lagi. Konsep rumah kami adalah rumah tumbuh, dimana kami bangun rumah tanpa riba, penuh perjuangan, sabar, ada uang ya dibangun, gak ada ya diam dulu. Sebab rumah kami merupakan laboratorium kehidupan yang nanti akan menjadi sumbernya peradaban, maka, mendisain rumah pun tak bisa asal-asalan.

Oleh sebab itu, rumah kami tempati belum 100% terealisasi sesuai disain rancangan. Namun paling utama, ruang utama (kamar dan ruang tamu serta dapur dan kamar mandi) sudah bisa ditempati. Teringat dua hari lalu, kami tertidur kelelahan setelah mengangkut barang-barang diliputi dengan aroma plitur dan cat yang masih menyengat. Kami bacakan surat Al-Baqarah juga sebagai bagian bentuk rasa syukur secara individu. Kini, dua hari terlampaui, semakin semangat rasanya untuk menumbuhkan rumah ini.

Konsep yang saya dan suami angkat dari rumah ini sesuai dengan prinsip berbenah Gemar Rapi yaitu RASA.

Prinsip RASA

Rapi & Teratur. Rumah yang rapi bagi saya rumah yang sedikit barang, semua fungsional dan seluruh penghuni teratur untuk membersihkan serta merawat setiap barang yang ada. Kami di rumah tidak menyimpan banyak barang, bahkan boleh dikatakan pakaian hanya secukupnya (bisa dibilang segelintir) karena konsep hisab juga menjadi pokok utama yang kami pikirkan. Tak peduli apa kata orang, kok rumahnya kosongan, terpenting kami bisa merasakan hidup di rumah yang rapi serta teratur. Sebab barang dan alat adalah sarana semata, sedangkan seluruh aktifitas yang menyenangkan hanya bisa dirasakan penghuni rumah dan menjadi produktif bagi saya adalah efek dari rumah yang rapi dan bersih.

Aman & Nyaman. Dalam hal ini konsepnya, nyaman adalah rumah yang membuat happy serta yang ramah anak. Juga penting, terkait home safety, tujuan utama disain rumah kami yang minimalist ini agar seluruh penghuni aman. Maka, kami tentu belajar terlebih dahulu untuk tahu bagaimana memperhatikan aliran listrik, aliran udara dan air. Walaupun saat ini belum sempurna, kami berusaha untuk ke sana.

Sehat & Bersih. Konsep kamar mandi kami disain dengan menggunakan kloset jongkok (merek American Standard), mandi hemat air dengan menggunakan shower, wastafel cuci muka khusus sikat gigi agar lebih hygiene, menggunakan exhaust didalam kamar mandi agar aliran udara terjaga. Selain itu, area dapur juga menjadi pusat konsentrasi kami. Diharapkan seluruh peralatan secara bertahap kami susun minimalis dan alat masak serta alat makan yang sehat. Cita-cita tahun ini juga saya ingin membeli kulkas baru, sebab kulkas di rumah merupakan lungsuran kulkas usia puluhan tahun pemberian ortu teman sejak awal menikah.

Alami & Berkelanjutan. Disini kami membuat sistem circular design, untuk drainase air. Yaitu dengan membuat sumur resapan. Di bagian got, rencana kami akan buat lubang biopori beberapa titik, tadah hujan di depan untuk menyiram tanaman dan cuci tangan, serta memindahkan tanaman ke seluruh area atas (dack atas) dan area bawah (lahan samping).

Rumah Tumbuh

Rumah yang menumbuhkan, ditumbuhkan dan tertumbuhkan adalah rumah yang bukan sekadar dibangun sebab uang atau budget yang terjeda, terbatas dan tertunda. Melainkan rumah yang memang dari sanalah kami bisa belajar bagaimana hidup selaras alam.

Saya tahu dan paham, betapa suami sangat menyukai kegiatan menanam. Sampai hari ini, tanaman dari kontrakan juga belum semua bisa dipindahkan sebab saking banyaknya!

Tumbuh. Adalah bagian dari kehidupan.

Di sini saya berharap rumah ini mampu menumbuhkan generasi yang gemilang. Rumah yang membuat saya menjadi diri sendiri apa adanya, yang terus semangat belajar dan berusaha menjadi lebih baik, sedikit demi sedikit setiap harinya.

Amiin.

*postingan ini bersambung 😅

Tinggalkan Balasan