MINIMALIST RUMAH TUMBUH

Rumah Tumbuh : Membuat Sumur Resapan (Part 2)

Sebagaimana yang saya ceritakan sebelumnya, tengang rumah impian saya pada post blog part 1 lalu. Kini, sesuai janji pada beberapa teman dan pembaca bahwa saya akan membagikan cerita seputar upaya kami membangun rumah yang ramah alam, dengan salah satunya, membuat sumur resapan.

Apa itu Sumur Resapan?

Sumur Resapan adalah sumur atau lubang pada permukaan tanah yang digunakan untuk menampung air hujan agar dapat meresap ke dalam tanah. (Dwi et al. (2008)

Mengapa membuat sumur resapan?

Sebab sumur resapan memiliki beberapa manfaat yang mendukung value atau nilai-nilai yang saya terapkan di keluarga. Yaitu hidup yang selaras alam, tidak merusak lingkungan.

Manfaat Sumur Resapan

  1. Mengurangi aliran permukaan, sehingga dapat mengurangi terjadinya banjir.
  2. Mempertahankan dan meningkatkan tinggi permukaan air tanah.
  3. Mengurangi konsentrasi pencemaran air tanah.
  4. Mencegah penurunan tanah (land subsidance).

Dulu, saat saya kuliah S1 kerap mendapat penjelasan dan bahkan praktik berkaitan dengan mekanika tanah. Bahwa dengan adanya aktifitas tektonik, setiap tahun, tanah pasti akan mengalami penurunan, pergeseran bahkan pergerakan yang tak pernah kita sadari. Ditambah jika aktivitas di atas permukaan tanah, buruk. Misalnya yang sering kita jumpai, saat musim kemarau, kering kerontang, namun di musim hujan, banjir melanda tak karuan. Hal ini diakibatkan dan didukung oleh aktivitas manusia, tidak sadar untuk mengatur aliran permukaan.

Sumur resapan biasanya didisain untuk menampung air hujan. Namun di rumah kami, air hujan justru ditampung melalui lubang biopori pada selokan serta pada tools yang kami siapkan, berupa drum-drum yang akan menjadi rumah air hujan. Sebab air hujan itu bisa kami manfaatkan. Termasuk untuk minum nanti (akan saya posting di blog jika rencana sudah terealisasi, saat ini rumah masih berprogress, belum 100% disain terpenuhi. Perlu menabung dulu).

Lantas, sumur resapan di rumah, ditujukan untuk apa?

Kami menerapkan circular design dan Zero runoff untuk konsep drainase rumah. Konsep circular design yaitu air yang keluar (limbah/ grey water) tidak dibiarkan mengalir di atas, melainkan kami masukkan, tampung serta olah di dalam sumur resapan. Konsepnya seluruh air dari aktivitas mandi, mencuci dan segala rupa (kecuali kloset buang air besar, untuk buang air besar ada aliran khusus yang letaknya jauh dari sumur – kami arahkan di depan, bawah carport dan ditutup dengan beton berlubang), air dari dalam rumah dialirkan ke sumur resapan samping rumah.

Hal ini selaras dengan Zero runoff system (ZROS) merupakan konsep pengelolaan sumber daya air dengan cara menahan atau menampung limpasan permukaan yang terjadi di permukaan atau di dalam tanah sehingga debit limpasan permukaan yang bermuara ke sungai dapat dikurangi.

Bagaimana cara membuat Sumur Resapan?

Untuk lapisan bak filter grey water, per lapisan kami urutkan dari atas ke bawah.

  1. Ijuk.
  2. Zeolit.
  3. Pasir halus.
  4. Ijuk.
  5. Arang.
  6. Pasir silika.
  7. Zeolit.
  8. Batu.

Kami menggunakan hebel untuk dinding beton samping. Untuk tutupnya disain custom sesuai ukuran.

Kami membuat dua buah bak aliran. Bak grey water 1 dengan kedalaman 1,5 meter. Dan dialirkan ke bak grey water lebih besar, kedalaman 2,5 meter.

ukuran panjang x lebar : 120 x 120 cm

Setelah memenuhi urutan lapisan demi lapisan, bak atas ditutup dengan disain cor kustom.

Karena tanah di sekitarnya (rumah bagian samping) belum ada dana untuk menerapkan permeable paving blok (salah satu upaya meresapkan air juga), maka dokumentasi akhir untuk area sekitar, belum bisa saya posting.

Masih ada beberapa PR untuk area rumah kami di bulan Februari yang masih tersendat karena tabungan sudah habis 😅 yaitu membuat :

  1. Teras ramah alam.
  2. Pagar.
  3. Dack atas.
  4. Dinding samping.
  5. Meratakan tanah dan teras samping (bagian hook).
  6. Permeable paving block.
  7. SPAH (sistem pemanenan air hujan) – perlu dana untuk beli toren dan pipa lagi.
  8. LRB (lubang resapan biopori). Karena tanah Hook dan depan rumah agak luas, jadi masih post poned untuk melakukan. Sebab area depan dan samping belum selesai finishing. Rencana LRB kami buat di selokan, halaman depan sepanjang area limpasan air, halaman samping dengan jarak antar lubang, setengah meter.

Karena saya mengetik artikel ini di ponsel, mata saya tidak terlalu kuat berlama-lama. Saya cukupkan di sini dulu. Update rumah selanjutnya terkait sistem drainase InsyaaAllah saya posting jika sudah selesai progressnya.

Semoga bermanfaat.

1 thought on “Rumah Tumbuh : Membuat Sumur Resapan (Part 2)”

Tinggalkan Balasan