GEMAR RAPI

Saling Beri

Pada post blog kali ini, saya ingin menceritakan asal-muasal gerakan saling beri, bagaimana dan seperti apa potensinya ke depan.

Bagi yang belum membaca program saling beri, saya sarankan untuk terlebih dahulu membaca penjelasannya pada tautan ini.

Ide Awal

Ide pertama tercetus saling beri bermula pada obrolan Januari 2020.

Sebelumnya, pada hari sabtu tanggal 21 Desember 2019 kami para pendiri gemar rapi mengadakan rapat akhir tahun di Jakarta sekaligus berbincang dengan mbak Putri (farewell) sebelum beliau berangkat ke Australia akhir Desember itu juga.

Saat itu, kami belum ada inisiatif apapun terkait gerakan ini. Hanya membahas program gemar rapi seperti biasa. Dan seusai mbak Putri tiba di Australia, mbak Put menelepon. Saya janjian buat ngobrol karena saat itu persiapan pembukaan kelas gemari pratama batch 3.

Nah, ketika ngobrol itu lah, mbak putri membahas saling beri ini. Awalnya hanya membincangkan problem sampah dan lingkungan, upaya gemar rapi memberikan edukasi melalui metode. Namun, seperti ada yang perlu digerakkan kembali. Mbak putri terinspirasi dari gerakan buy nothing Australia, dimana seseorang berkumpul menghidupkan kembali nilai kepedulian antar tetangga. Gerakannya lokal dan saling take and give.

Dari obrolan itu lah, saya dan mbak putri bergerak untuk mencetuskan saling beri. Mbak Putri juga sempat menuliskannya di status facebook dan dikutip oleh portal berita channel muslim di bulan Februari 2020. Namun, saat itu, saya hanya membuka grup untuk Bogor saja. Tapi isinya baru seputar para pendiri (kebetulan kami ber-4 tinggal di Bogor, hanya Mbak Putri yang berdomisili di Australia).

Saling Beri Menjadi Gerakan Konkrit

Gerakan hanya akan terwujud jika ada yang memberikan energi totalnya. Dan energi itu, tak akan bisa diampu hanya segelintir, satu atau dua orang. Alhamdulillah, seusai menata kelas gemari pratama dan sudah mulai berjalan (angkatan ketiga). Saya sedikit mampu bernapas lega. Saya mulai menengok file yang sudah ditautkan pada pengumuman oprec recruitment admin.

Honestly, prasangka awal, saya berpikir mungkin hanya ada satu atau dua orang yang tertarik untuk mendaftar menjadi admin. Karena tidak semua orang mau meluangkan waktu untuk mengurus grup online, dimana seluruh clutter bisa berasal dari genggaman tangan (gadget). Ternyata tak disangka, di pendaftaran pertama kami temui sekitar 25 berkas data yang masuk. Masyaa Allah ya, ternyata antusiasmenya cukup bagus dan tinggi.

Finally, untuk pertama kalinya, saya bergerak cepat membuat bahan. Saya diskusikan bersama mbak putri dan melemparkan hasil diskusi di grup pendiri gemar rapi. Setelah semua sepakat, untuk pertama kalinya juga, di bulan Mei 2020, saya bisa meluangkan waktu untuk membuka file saling beri secara utuh.

Grup general admin terwujud di tanggal 1 Mei, kemudian kami memberi training awal kepada para pendaftar admin yang berinisiatif menjadi kreator grup wilayahnya itu di pertengahan bulan Mei. Dan di tanggal 25 Mei 2020, satu per satu, admin saling beri masuk ke dalam grup general.

Perjalanan Para Penggerak

Di sini, saya akan menceritakan para pengampu grup wilayah. Mereka lah yang menjadi penggerak bersama-sama dengan anggotanya.

Saya masuk di Grup Saling Beri Bogor sejak 4 Februari 2020. Namun grup tersebut memang belum aktif. Setelah admin Bogor menduduki posisi di grup ini, barulah grup ini aktif.

Terkait keaktifan, memang tidak sama seperti grup pada umumnya yang berisi obrolan segala tema. Yang saya maksud dengan aktif grup saling beri yaitu sudah terjadi transaksi saling beri dan terima barang. Sebab, tujuan utama grup saling beri adalah sebagai jembatan tercepat dan termudah untuk menyalurkan barang yang kita anggap clutter (mengganggu, tidak nyaman, tidak digunakan) di rumah, agar bermanfaat untuk tetangga atau lingkungan terdekat kita dengan cara memberikannya secara cuma-cuma.

Banyak kisah yang mengharukan, beberapa terdokumentasikan oleh para pengampu grup pada lini sosial medianya masing-masing. Bahkan yang luar biasa, beberapa admin juga membuat khusus instagram salingberi di wilayahnya. Sungguh, mengharukan.

Anggota Saling Beri Berbagai Wilayah

Untuk pertama kalinya, bersama saling beri ini saya melihat berbagai nama wilayah Indonesia yang bahkan saya tak pernah tahu itu dimana. Contohnya, Deliserdang yang merupakan nama kabupaten di Sumatera Utara. Banyak orang mengira itu Medan, padahal beda.

Singkat cerita, saling beri semakin menarik hati. Beberapa orang juga mulai tergerak untuk memberikan ide saling beri per komplek, per RW bahkan untuk satu area spesifik seperti area Kampus atau sekolah, dst.

Saling beri ini milik kita bersama, gerakan kecil yang insyaaAllah berdampak karena tidak terbatas untuk anggota gemar rapi. Melainkan siapa pun bahkan yang belum mengenal metode gemar rapi, boleh bergabung dan membuat grupnya (dgn catatan : setelah mengikuti training singkat).

Idealnya, gerakan ini bersifat grup lokal, yakni satu kecamatan atau satu desa satu grup. Namun, sebagai awalan, ini sungguh luar biasa melihat antusiasmenya.

Value Saling Beri

Saling beri memiliki nilai-nilai yang sama – masih menginduk- dengan gemar rapi. Yakni RAPI (Resolve – Awareness – Persuasive – Insightful).

  • Resolve (harapannya menjadi solusi dari setiap masalah yang ada).
  • Awareness (memiliki panduan ilmu pengetahuan dan tidak asal-asalan, well-informed).
  • Persuasive (mampu menggerakkan individu lainnya untuk saling memberi).
  • Insightful (menunjukkan perspektif yang baik dan kepedulian yang tinggi, saling memahami).

Itulah nilai yang saling beri bawa, yang merupakan bagian dari value gemar rapi. Karena salah satu pilar gemar rapi yaitu ‘ramah lingkungan’ maka secara otomatis, saling beri merupakan solusi untuk kita semua agar berpikir ulang memposisikan benda sebelum kita alihkan ke landfill (tempat pembuangan akhir). Maka, sebisa mungkin kita usahakan bersama, semua barang yang tak lagi kita gunakan, bisa memberi manfaat kepada yang lain tanpa harus mencemari lingkungan alam.

Penutup

Grup saling beri memang berbeda, tidak ada percakapan sebagaimana grup komunitas yang pernah kita ikuti. Karena rules yang kita jalankan sudah kita sepakati bersama, bahwa grup kita hanya berjalan untuk saling memberi dan menerima saja. Dan kita juga berusaha menjaga privasi orang lain.

Kebayang kan, misalnya kita menerima barang A, kemudian disebut-sebut nama kita di grup umum. Tentu ada perasaan masygul, itulah sebabnya kita tidak mengumumkan setiap transaksi yang sudah selesai dengan siapa. Kita hanya melaporkan sudah diterima dan percakapan berjalan hanya melalui ruang privat semata.

Gerakan saling beri ini milik kita semua, ia gerakan yang insyaa Allah akan besar dengan sendirinya.Gerakan besar hanya akan diampu oleh kita yang berjiwa besar- Itu yang saya yakini sejak dulu. Artinya, sekecil apa pun peranan kita, ia akan berdampak kepada lingkungan, entah dimana dan berakhir kepada siapa.

Saya masih ingat, siapa yang pernah memberikan saya sebuah barang tanpa pamrih. Dan saya juga masih ingat siapa yang memberikan barang dengan menyebut-nyebutnya di depan umum. Keduanya sudah saya alami di masa kecil, betapa sulitnya mencari sesuatu dan betapa senangnya saat menerima sesuatu, walau pun itu barang yang remeh, bekas, bahkan dianggap rongsok namun sungguh berarti. Dan mereka yang sudah turun membantu, itu lah mereka yang memiliki jiwa yang hangat dan besar.

Saya yakin, teman-teman yang membaca post blog ini juga memiliki jiwa itu. Tidak ada maksud apapun selain untuk mencari amal kebaikan. Karena saya yakin, kebaikan yang kita tebarkan, sebenarnya bukan untuk orang lain, melainkan untuk diri kita sendiri. Entah diganjar di dunia atau mungkin di akhirat kelak.

Mari kita niatkan sama-sama, saling beri, sebagai wasilah/jalan yang bisa kita rangkul untuk memberikan dampak baik ke sekitar kita. Karena kita berbangsa satu, bangsa Indonesia. Dimanapun teman-teman berada, yakinlah bahwa semangat kita, sama. Sama-sama ingin hidup hari ini lebih baik dari kemarin.

Berikan senyum terbaik untuk diri sendiri. Sehingga kita bisa tebarkan senyum denga energi berlebih setiap melihat orang lain. Tersenyumlah ketika kita mengeluarkan barang dari rumah, karena di luar sana tentu ada yang membutuhkan barang itu dengan mata yang berkaca-kaca.

Kumpulkan energi baik, karena energi itu, sungguh menular! Bersama saling beri, bersiaplah untuk menjadi bagian yang memberi arti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *