Sehari Bersama Alqur’an

Hari minggu tanggal 12 Mei atau hari ini memang sengaja saya agendakan untuk mengikuti kajian alquran yang diselenggarakan oleh RQN (Rumah Qur’an Nusantara) yang bekerjasama dengan masjid Al-Muttaqien Pura Bojonggede, Kab. Bogor.

Saya tiba di masjid sekitar pukul 9 lebih (lupa lebih berapa :D) kemudian antri untuk absensi (antrian cukup panjang di sisi akhwat, berbeda dengan antrian ikhwan aka suami yang bisa masuk absen tanpa antri hihi).

Kali ini tema yang diusung adalah “Sehari bersama Alqur’an”. Tepat di tanggal 7 Ramadhan 1440H memang perlu kita mengikuti tausiyah dan berkumpul di majlis untuk memompa semangat dalam beribadah di bulan suci yang mulia ini. Diawali dengan membaca khatam 30 juz tilawah alqur’an oleh masing-masing peserta (dibagi-bagi, saya dapat bagian juz 17) kemudian dibuka oleh panitia dengan mengingatkan betapa ruginya jika kita tidak memanfaatkan waktu di bulan Ramadhan dengan alqur’an.

Peserta yang hadir masyaaAllah banyak, saya sendiri absensi di nomor 120 padahal tadi di belakang saya juga ada yang masih mengantri.

Hingga pukul 11 siang, ustadz yang diundang belum jua menampakkan diri. Informasinya terlambat karena terjebak macet. Panitiapun melakukan ice breaking mulai dari memberikan pertanyaan berapa juz yang sudah dibaca sepekan ini hingga yang sudah khatam. MasyaaAllah sungguh merinding, sudah ada yang khatam 1 juz di pekan pertama di kubu bapak-bapak. Berkaca diri, lha tilawahku piye? -_- come on~

Melihat informasi yang kabarnya ustadz akan sampai menjelang dzuhur, sayapun memutuskan untuk keluar ruang utama, saya memilih untuk melanjutkan tilawah di teras bersama beberapa peserta lain yang juga melakukan hal yang sama. Sesekali ngobrol 😀

Alhamdulillah sekitar pukul 11.38 ustadz sudah hadir, ternyata masih muda, seumuran malah. heheh. Namanya Ustadz Ahmad Ulil Absor,MA, Al-Hafizh beliau kelahiran 24 Oktober 1991 namun ilmunya sudha masyaaAllah 🙂

Ustadz Ahmad (saya panggil nama itu ya, biar enggak sama dengan Ulil ‘yg JIL itu’ hehe) menjelaskan dengan renyah, bersahabat, runut dan detail. Sambil berkelakar, “saya izin memanggil ‘teman-teman’ saja ya Pak,Bu kan nanti insyaaAllah di surga kita seumuran :D” dari sini seolah gap atau sekat itu dirobohkan oleh beliau supaya lebih membumi dalam penyampaiannya. Itulah mengapa saya selalu salut dengan pemuda yang ilmunya banyak namun tidak menggurui, sehingga menjadi lebih dekat dari segi materi dakwah dengan ciri khas ‘teman-teman’ ini membuat peserta lebih nyaman. Sebab anggapan beberapa orang dalam majlis biasanya ada 2 ‘wajar kan ilmunya banyak, ustadz gitu lho’ atau ‘yaa saya mah gakbisa seperti itu, itu kan ustadz’ sehingga perasaan-perasaan excuse itu tidak lagi muncul sebab posisinya menjadi ‘setara’ -kata ustadz, sama-sama bisa menghafal (tergantung tekad).

Beliau menyampaikan latar belakang sebagai mukaddimah, mulai dari asalnya- Lampung, kemudian menjelaskan alquran diturunkan dengan bahasa arab sehingga perlu kita belajar juga agar sama dengan Rasulullah cara bacanya 🙂

Bahkan orang arab sendiri tidak semua mampu memahami Alqur’an sebab bahasanya yang luar biasa, keren 🙂

Kemudian jeda adzan dan sholat dzuhur. Pukul 12.30 dilanjutkan kembali.

Dari penjelasan selanjutnya, Ustadz Ahmad menjelaskan jalur periwayatan sanad Alqur’an qiro’at sab’ah yang beliau dapat. Syarat untuk mendapatkan sanad cukup banyak, mulai dari hafal 30 juz Alquran dengan mutqin (benar), bisa berbahasa ‘Arab, talaqqi, hafal matn al-jazariy hingga tafsir.

Dalam waktu 30 menit beliau menyampaikan beberapa poin penting :

  1. Puasa dan Alqur’an ini sepaket kelak sebagai syafa’at di yaumil akhir. Di hari dimana anak lupa sama ortu, ortu lupa sama anak, suami dan istri enggak peduli sebab semuanya peduli dan takut terhadap nasib masing-masing di hadapan Allah :’) maka alqur’an ini yang mampu menolong, puasa juga menolong kita. Itulah kenapa, jika dibaca saja dapat pahala maka apalagi jika menghafal? mentadaburi? mengamalkan? masyaaAllah.
  2. Beliau menyampaikan tentang tips atau cara efektif untuk mampu menghafal alqur’an. patut diketahui bahwa menurut beliau, menghafal alquran ini jauh lebih mudah dibandingkan dengan mendapatkan sanad ataupun menghafal matn. katakanlah matn aljazariy (sya’ir atau rangkuman ilmu tajwid) itu harus tahu arti juga supaya paham. Adapun cara menghafal alquran syaratnya adalah dengan dua hal : pertama, rajin qiyamulail (sholat malam) dan rajin puasa sunnah 🙂 keduanya bertujuan untuk mensucikan jiwa, sebab Alquran hanya mampu tinggal kedalam jiwa-jiwa yang bersih. Qiyamulail berfungsi untuk membersihkan hati, puasa berfungsi unutk membersihkan pikiran.
  3.  Beliau menjelaskan poin/hasil dari pertemuan yang diselenggarakan oleh para pakar Alqur’an yaitu 3 hal : pertama, bahwa ini adalah era keemasan Alqur’an dengan ditandai banyaknya orang berbondong-bondong menghafal alqur’an, mendirikan lembaga-lembaga alqur’an, sangat banyak dan pesat dibandingkan dengan zaman pendahulu (sahabat, tabi’in, tabi’ut tabiin hingga kekhalifahan terakhir) ini patut kita syukuri dan kita perjuangkan sebab ini akhir zaman. yang kedua, walaupun demikian ruh alqur’an sedikit demi sedikit mulai diangkat oleh Allah, terbukti bahwa walaupun banyak penghafal namun sedikit yang mengaplikasikan kedalam kehidupan, alquran tidak lagi mengggetarkan dada. yang ketiga, sebarkan alquran dan isinya ke semua media sosial untuk memerangi postingan-postingan yang bathil.

Kemudian dilanjutkan dengan tilawah alfatihah dengan memecah per makhraj hurufnya, masyaaAllah ternyata menurut alim ulama, membaca alquran itu memang harus sesuai tuntunan rasulullah (tahsin) yakni sesuai dengan dialek Alqur’an diturunkan (‘Arab), dengan tartil dan tajwid, dengan tadabur dan menggunakan bahasa Arab yang paling fasih (Quraisy).

Demikian agenda hari ini, semoga mampu memberikan pencerahan untuk kita semua untuk senantiasa mendekatkan diri pada Allah melalui firmanNya : Alquranulkariim.

Amiin YA Robb… Semangat Ramadhan 1440 H :’)

One Reply to “Sehari Bersama Alqur’an”

  1. Santi Ummu salman says: Balas

    Acara nya Masyaa Allah… Ya mba,saya juga hadir disana… terasa di charge lagu sampai full ruhiyah nya… 😊
    Maaf koreksi tulisan nya,itu khatam 30 juz mba..
    Salam kenal saya Santi dari Sasak panjang 😊

Tinggalkan Balasan