DAILY

Siapa yang Peduli

pagi ini rasanya ku ingin menjejakkan kaki di pegunungan yang tinggi.. menikmati pemandangan yang hijau memanjang menyejukkan mata. sayangnya, itu hanyalah sebuah angan-angan kosong. woyyy!! nik !! kamu hidup di surabaya jeng! gak bisa lah kamu menginginkan hal di atas. argh, siapa yang peduli! *batinku, toh aku hanya mengimajinasikan saja. jawabku dalam hati.

yah, siapa yang peduli? pagi ini aku memandangi transkrip nilai-nilaiku yang berantakan. berjajar nilai C dan dominan BC. argh…serasa makin gak bersahabat saja ini jurusan. aku sadar sih, ketulusan hati dan penjiwaan itu penting dalam study, sepandai-pandainya otakku gak akan mampu connect dengan jurusan selama hatiku menolak (untuk belajar).

dulu, ku mengira aku yang paling menyukai jurusanku..ternyata aku salah persepsi! aku hanya bangga bisa masuk ITS, tapi gak mampu menyukai jurusanku! itu realitanya!

dan sekarang aku jadi sadar, kenapa nilai-nilaku jadi seperti perosotan..

hm, awalnya saja aku bisa tiga koma,, namun lama-kelamaan juga bersahabat dengan dua koma.. dan entahlah semester ini berapa koma… -_- *siapa yang peduli*

apakah ibu peduli dengan nilaiku? kurasa tidak juga. yeah, karena beliau hanya berharap aku bisa lulus dan dapat ijazah..dan beliau memang menyadari sejak awal ; aku gak cocok masuk teknik, tapi dasarnya aku saja yang ‘sok bisa’ jadinya dengan keras kepala aku bersikukuh masuk teknik.

aku tau teknik kelautan jarang ada di indonesia. ITS hanya bersaing dengan ITB, UNHAS dan beberapa swasta yang itupun gak bagus kelautannya. aku juga tau, kelautan ITS sungguh luar biasa menjadi kiblat di dunia timur indonesia dengan dosen dan profesor yang ahli di bidangnya. ada hidrodinamika, kapal, pantai dan semua bentuk struktur bangunan laut..

tapi entahlah, hatiku sejak awal berusaha susah payah menyukai namun hingga menjelang akhir ini aku malah merasa semakin jauh. entah aku yang berubah ataukah lingkunganku yang berubah aku tak mengerti.

siapa yang peduli? melihat ranking nilai IPK yang hampir ada di ujung angkatan.. miris dan menyesakkan dada. tak pernah aku peduli terhadap itu semua! namun pagi ini justru aku mengamati dengan seksama bahwa memang sangat nampak bodoh aku di hadapan orang-orang satu angkatan. siapa yang peduli? GAK ADA.

mungkin hanya sebuah omongan belaka jika ku dibesar-besarkan di sekolah SMA ku namun kenyataannya di kampus ku semakin kecil.. 🙁

aku tak tega dengan pengorbanan semua pihak yang selama ini mendukungku.. namun hasilnya sungguh memalukan.. aku benar-benar nampak bodoh..

siapa yang peduli?

dulu angan-anganku ingin menjadi bintang, sirna dan pupus dengan melihat nilaiku yang jungkir balik. belum lagi KP, tugas besar dan skripsi yang nampak melambai-lambaikan tangannya *pertanda mengejekku disini*. argh, peduli amat!

ekstrimnya, aku harus cepat lulus dari sini. entah bagaimana caranya. dengan nilai berapapun kan kuterima dengan tanpa peduli.

aku tau, ini tantangan. dan aku tau aku harus melangkah. walaupun mungkin ku harus menyalakan mercon maupun bahan peledak di kakiku agar kubisa lari secepat-cepatnya..

gak ada yang peduli dengan semua ini, termasuk diriku.

aku hanya ingin segera pergi dan pergi. entah kemanapun itu. aku harus sadar, bahwa surabaya memang bukan tempat tinggal yang nyaman.

semalam ibu sms banyak, intinya mengkhawatirkan kondisiku yang makin parah saja. aku tak peduli. udah jadi seperti zombie aku disini. berjalan berkeliaran tanpa bernyawa. mengerikan banget. aku sendiri membayangkannya udah gak mampu. tapi aku justru merasakan seperti itu.

walaupun sudah kuobati dengan liqo bersama murobi yang baru di tarbiyah..namun ku masih belum bisa tersenyum dengan benar. senyum pada diri sendiri saja belum mampu apalagi pada oranglain? hm

entahlah…menggantung..gak ada yang peduli juga.

mungkin hanya Allah yang peduli.. yah, Dia sangat peduli kok. aku yakin!

yang jelas, aku gak bisa membohongi diriku sendiri. aku gak nyaman berada disini.

entah aku harus bertahan… entah aku harus pergi.. entahlah..

entah sampai kapan..

aku tak tau.

Tinggalkan Balasan