EDUKASI PARENTING

Stop Salah Paham Dalam Rumah Tangga

Sudah lama saya mendapat materi ini, namun baru bisa update setelah tugas online kelas selesai.

Materi ini sangat bermanfaat untuk kita yang menjalin hubungan rumah tangga, bagaimana cara dan kiat untuk berhenti dari kesalahpahaman selama membangun biduk rumah tangga. Karena tidak hanya tinggal bersama satu dua tahun namun selamanya.

TENTANG PERNIKAHAN

Pernikahan adalah ikatan mulia antara dua insan dengan Tuhannya. Semua agama sangat memuliakan pernikahan. Dalam Islam, bahkan nilainya separuh agama. Ikatan itu bukan hanya antara keluarga A dan Keluarga B saja. Bukan hanya ikatan antara si A dengan si B yang disaksikan dan disahkan oleh penghulu saja. Ikatan yang dalam Islam disetarakan dengan perjanjian antara Allah dan nabi-Nya. Ikatan mitsaqan ghaliza.

WASPADALAH!

Data dari Pengadilan Agama, perceraian mengalami trend meningkat. Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin prihatin dengan angka perceraian meningkat setiap tahun. “Sehari bisa sampai 80 hingga ratusan orang yang melakukan sidang perkara,” ungkap Fauzi, petugas Pengadilan Agama Jakarta Selatan.
Cerai gugat oleh perempuan 2-3 kali lebih banyak daripada cerai talak oleh laki-laki.
Rumah tangga Anda pun terancam berakhir di pengadilan, bila Anda melakukan 3 penyebab tertinggi perceraian berikut :
-Pertengkaran terus menerus dan diiringi kekerasan dalam rumah tangga.
-Ekonomi yang tak mencukupi kebutuhan keluarga.
– Salah satu pihak meninggalkan keluarga.

“Pada umumnya, pertengkaran terjadi akibat kesalahpahaman.”

STOP SALAH PAHAM DALAM RUMAH TANGGA:

✅ Jangan gunakan kalimat abstrak yang pasangan belum tentu mengerti atau sepaham.
Misalnya, “Aku ingin abang peka pada perasaanku” atau “abang yang mesra dong!”.
Peka dan mesra adalah kata yang abstrak. Peka dan mesra menurut kita, bisa jadi tidak sama maknanya dengan peka dan mesra menurut pasangan.
Menurut pasangan, peka itu kalau melihat istri wajahnya ditekuk, langsung bantu pekerjaan rumah tangga. Namun, menurut istri, peka itu membuatkan teh hangat sambil dipijati.
Maka, lengkapi dengan contoh indrawi, dengan kata-kata yang kongkrit.
Saat mengatakan, “Abang yang mesra dong!”, lengkapi dengan, “Bang, peluk aku, dekap aku, kecup aku”.

✅ Kalimat sindiran itu berpeluang sangat besar timbulkan kesalahpahaman. Gunakan bahasa langsung.
“Duh enak ya kopi anget”, diucapkan suami agar istri buatkan segelas kopi. Saat istri tidak membuatkan kopi, saatnya suami mengatakan, “Istriku, tolong buatkan kopi”.

✅ Mimik dan gerak-gerik sering menimbulkan salah paham.
Ada suami yang dalam keadaan gelisah garuk-garuk kepala. Istrinya menganggap suaminya banyak ketombe, dan ia belikan shampo anti dandruf. Sang suami kesal karena ia merasa tidak dipahami istri.
Luangkan waktu untuk diskusi bersama membahas mimik dan gerak-gerik masing-masing. Jelaskan hal berikut :
▶ Apa sesungguhnya yang sedang terjadi
▶ Apa yang dipikirkan
▶ Apa yang dirasakan
▶ Apa yang diperlukan, dan
▶ Apa yang perlu dilakukan pasangan
Kemampuan menyikapi perbedaan dan menemukan sudut pandang bersama untuk menghindari kesalahpahaman dan pertengkaran dalam pernikahan ini, berapapun usia pernikahannya, sangat bisa dipelajari.

Bahkan di keluarga yang dikenal harmonis pun, pertengkaran itu ada. Bedanya, pertengkaran mereka bukan berfokus pada:
❌ siapa yang paling benar dan patut disalahkan
❌ emosi negatif
❌ prasangka, ilusi, halusinasi, atau distorsi
Pertengkaran mereka lebih kepada :
✅ ide, opini, pendapat
✅ fokus pada data dan fakta
✅ upaya menemukan solusi terbaik

“Pernikahan laksana jembatan. Jembatan yang menyatukan dua jiwa itu, pondasinya iman, rangkanya cinta kasih, dan landasannya keikhlasan.”

Pertanyaan dibawah ini sudah dikelompokan berdasarkan jenisnya:

A. Topik “Konflik Dalam Rumah Tangga”

Pertanyaan:
• Bagaimana solusi konflik rumah tangga yang berlangsung puluhan tahun?
• Saya sudah menikah 15 tahun dari pernikahan tahun ke-4 sampai sekarang sering sekali salah paham, bagaimana saya harus mengatasi?
• Bagaimana cara menjauhkan diri dari perasaan ingin berpisah dengan pasangan setiap kali bertengkar? Seringkali berakhir dengan memikirkan kembali lebih baik bersama mantan/pasangan sebelumnya, dan merasa salah pilih pasangan?
• Bagaimana mengatasi kesalahpahaman bilamana suami merasa apabila istri menyampaikan pendapat sebagai suatu pertimbangan dianggap sebagai membantah?
• Apa yang sebaiknya diterapkan ketika melawan emosi dan ego masing-masing ketika pendapat kita tidak sesuai dengan pendapat pasangan kita?
• Sering kali pertengkaran terjadi karena dia merasa saya cuek dan saya merasa justru dia cuek karena kami punya fokus yang berbeda terhadap cara kami memandang suatu masalah. Bagaimana caranya supaya dia tahu kalau saya nggak cuek…tapi prioritas saya berbeda dengan prioritas dia?
• Sebagai sebuah bacaan. Penjelasan pak asep soal salah paham bisa dipahami. Namun masalahnya, gimana caranya dalam kondisi rumah tangga yang penuh pertengkaran. Kita bisa memulai membicarakan hal itu dengan pasangan. Karena dari awal pernikahan, komunikasi sudah buruk?

Jawaban:
Konflik di dalam rumah tangga itu Normal. Konflik terjadi saat minimal 2 pihak memerlukan hal yang sama.
Misal : Suami ingin dihargai, istri ingin dihargai. Masalahnya adalah keinginan meteka tak terkomunikasikan, sehingga yg keluar dalam bentuk gusar dan marah.
Konflik yang sebenarnya bisa dalam tataran diskusi, pikiran, opini, berubah menjadi konflik EMOSI. Kenapa bisa berlangsung hingga puluhan tahun ?
Pasutri ini seakan terjebak ke dalam pola komunikasi yg buntu. Mereka berkimunikasi saat salah satu pihak atau keduanya sedang lelah, sehingga reaksinya pun tak terkendali, dan cenderung emosional.
Lalu apa yang perlu dilakukan ?
Cari waktu yg keduanya relaks, tenang, dan mulailah diskusikan di antara keduanya.
• Kemarin ribut, sebenarnya apa yg dituju?
• Apa yg diinginkan masing-masing pihak?
• Apa perasaan yg ingin diungkapkan?
• Apa tindakan yg perlu dilakukan masing-masing pihak

Pertanyaan:
“Dapatkah hal sederhana menjadi bencana dalam rumah tangga?”
Jawaban:
Dapat. Contohnya: Suami ngajak becanda, pada istri yg sedang bete. Istri tersinggung, dan selalu ngungkit2 kejadian itu. Suami pusing, tak tahan, lalu meninggalkan rumah.

Pertanyaan:
• Ketika beda pendapat, saya lebih sering mengalah, diam & mengikuti apa yg suami mau, meskipun dalam hati saya mengingkari & sangat terpaksa melakukannya. Salahkah hal seperti ini? Karena sudah diajak ngobrol baik-baik dengan dibantu artikel dari beberapa sumber tapi suami tetep keukeuh. Karena saya takut ini jadi bom waktu yg satu saat akan bisa meledak. Lalu bagaimana meredakannya (perang batin dlm hati)?
• Kalau suami marah kepada saya, saya bisa lebih marah dengan nya, saya tidak bisa sama sekali merayu nya pak Asep kalau sedang marahan pasti saya jadi ikutan marah padahal mungkin saja saya yang salah. Dan saya suka tidak peka apabila suatu hal itu yg membuat suami saya marah atau tidak suka. Bagaimana cara nya mengatasi nya pak?
Jawaban:
Lihat jawaban sebelumnya.
Percuma menyampaikan apapun dalam keadaan emosional. Mulailah belajar menyesuaikan dengan gaya pasangan. Pasangan lagi keukeuh, kita menyesuaikan. Keukeuh juga ya bisa berantem.
Agar hati anda lapang? Mulai melihat dari sudut pandang pasangan. Mulai belajar menghayati apa yg diinginkannya.

B. Topik “Komunikasi Pasangan”

Pertanyaan:
• Bagaimana menghadapi/berkomunikasi dengan pasangan yang cenderung pendiam?
• Bagaimana menegur pasangan yang memiliki kebiasaan komunikasi kurang efektif tanpa harus berakhir debat / berantem? Karena saya wanita yang selalu ngomong A-Z sementara suami biasa ngomong hanya ABC saja
• Bagaimana melatih komunikasi asertif ketika menghadapi partner yang ‘sensitif’?
Jawaban:
Cara sederhana, bergurulah kepada orang yang dekat dengannya :
a. Ibu / bapak yg membesarkannya
b. Adik / kakak yg akrab dengannya
c. Sahabatnya
“Jangan paksa pendiam harus jadi cerewet.
Jangan paksa burung elang seperti ketilang.”
Penting cari tahu :
Cara berkomunikasi spt apa yg diinginkannya?
Apa saja yg PERLU dikomunikasikan?
Kapan waktu yg tepat dan nyaman mengkomunikasikan?

Pertanyaan:
• Bagaimana membangun komunikasi yang baik antar suami istri agar meminimalisir kesalahpahaman antara suami dan istri?
• Bagaimana mengatasi kesalahpahaman bilamana suami merasa apabila istri menyampaikan pendapat sebagai suatu pertimbangan dianggap sebagai membantah?
• Saya seorang yang introvert, tidak mudah mengungkapkan sesuatu ke suami, karena tipe suami yang keras tapi penyayang, hanya saja kalo marah bawaan didikan keras dari ayah mertua suka keluar, jadi kadang mengeluarkan kata2 yang kasar, pun kepada anak2. Bagaimana cara mengawali komunikasi yang baik ke suami, mengungkapkan uneg-uneg ke suami dengan perasaan yang luwes tanpa takut dimarahi atau diremehkan, bisa los gitu ke suami? Jadi kadang saya lebih memilih diam daripada banyak bertengkar.
Jawaban:
“Salah paham dalam komunikasi disebabkan suami dan istri dibesarkan oleh orang tua yang cara dan pola komunikasi serta penafsirannya beda.”
Saat santai, coba diskusikan kesalahpahaman yg sering terjadi.
Lalu bahas :
• Stimulus apa?
• Respon apa?
Dengan Stimulus itu sebenarnya yg ingin dikomunikasikan apa?
• apa yg terpikir
• apa yg terasa
• apa yg diperlukan
RESPON yg diinginkan seperti apa?

Pertanyaan:
• Sampai sejauh mana saya harus mentolerir komunikasi antara suami saya dan rekan kerja nya yang lawan jenis? Bagaimana cara penyampaian yg baik? Kadang saya tak sengaja mendapati komunikasi yang agak janggal… tapi suami berdalih itu hanya bercanda… karena saya malas mau berdebat jadi saya tidak melanjutkan lebih jauh… menurut bapak apa yang sebaiknya saya lakukan?
• Bagaimana cara melarang dan memberi tau apa yg kita inginkan kepada suami?
• Perlukan di berikan semacam ultimatum apabila melanggar rambu maka begini..begini ke suami?
Jawaban:
• Beri rambu-rambu suami anda, apa yg boleh dan tidak. Beritahukan pula kehawatiran anda.
• Lalu alihkan energi di untuk mencurigai.
• Fokus kepada hal yg bermanfaat di dalam, diri anda.
• Mulai belajar tawakkal kepada Allah. Setelah di luar rumah, anda tidak dapat mengendalikan Suami, Anak.
• Mari berdoa yg baik.
• Mari siapkan diri untuk mampu mengelola apa yg terjadi. 😊
• Memberi ultimatum boleh saja, asalkan anda sudah tahu resiko terburuknya dari reaksi suami, dan cara menghadapinya bila reaksi terburuk dilakukan.
• Jadi, anda boleh melakukan apapun, dan siaplah menghadapi reaksinya, dan siap bertanggungjawab atas reaksi suami. 😊

Pertanyaan:
“Bagaimana menahan diri bila terjadi perbedaan pendapat dengan suami di depan anak-anak supaya tidak langsung berdebat atau menyalahkan sikap suami?”
Jawaban:
Misal suami ngamuk, berarti anda siap jadi PAWANG suami ngamuk. 😊
Bertengkar itu karena emosional, pasti pikirannya buntu, jadi nggak sempat lagi cek apakah ada anak atau tidak.
Usai bertengkar, suami dan anda perlu memperhatikan anak-anak; Tanya anak apa yg mereka lihat, dengar?
Apa perasaan mereka?
Apa yg mereka perlukan?
Sampaikan : Pertengkaran ini bukan karena mereka.

Pertanyaan:
• Bagaimana cara komunikasi ketika sedang marah?
• Lalu apa yang perlu dilakukan, pak?
Jawaban:
Orang lagi ngamuk , nggak mau ;
• DIBANTAH
• DITENTANG
• DISALAHKAN
• DIHAKIMI
• DIGURUI
• Safety First.
Safety first yang seperti apa misalnya pak?
–Suami melempar piring ke muka anda, maka ….. Larilah selamatkan diri..

Pertanyaan:
“Seberapa urgent komunikasi intim antar pasutri itu? Bagaimana cara memulai membiasakannya padahal pasangan kita bukan tipe yang begitu? –Komunikasi intim spa yg anda maksud?
Misal menanyakan kondisi/perasaan pasangan, dll. Menurutnya komunikasi itu yg sehari2 aja spt menanyakan kaos kaki, beras sdh habis blm, dll
Jika boleh, saya copy tautan ttg komunikasi intim, yg sy maksud.”
https://gaya.tempo.co/read/248302/tetap-dekat-berkat-komunikasi-intim
Jawaban:
Kalau mau polanya reaktif, pertahankan saja cara anda selama ini.
Kalsu mau proaktif, preventif , maka keduanya perlu belajar berkomunikas pada hal yg berkaitan dg diri, pikiran, perasaan, rencana hidup. 😊
Komunikasi perlu kesedian kedua belah pihak. Ya iyalah, tepok tangan aja bunyi kalau 2 tangan. Satu doang nggak bunyi. 😊

Pertanyaan:
• Bagaimana klo suami itu tipe yang gak bs d bantah?? Misal, stlh qt diskusi suami mengeluarkan argumen2’a (yg ada bnr’a) sehingga kdg kala dy merasa menang… Sehingga saya sllu d posisi salah… Dan menurut perasaan saya, dy jrang mengerti perasaan saya… Sangat susah untuk mencari waktu krn suami selalu sibuk dan lelah pulang bekerja
• Bagaimana menghadapi seorang suami yang superior? Serta bagaimana menegur suami yang sering menyindir istrinya di depan anak-anak, sehingga anak2 jadi suka menyindir ibunya?
• Bagaimana cara menyampaikan yang baik. Agar suami dapat memberikan contoh yang baik ke anak anak. Terutama soal ibadah. Saat ini suami susah sekali bangun pagi.
Jawaban:
Mulailah memandang komunikasi di keluarga bukan untuk SALAH BENAR, MENANG KALAH.
Anda dan pasangan perlu melihat kembali tujuan pernikahan.
Bila belum ada, ya rumuskan bersama. Saat ada konflik , lihat bersama tujuan.
Mencari Waktu yang tepat ketika suami rileks untuk membahas rencana kedepan sampaikan keinginan anda:
• agar suami lebih banyak meluangkan waktu dirumah sebagai suami pasangan dan ayah..
• agar suami bisa menjadi contoh untuk anak
• suami mau menyampaikan apa yang dirasakan
• Stop mengeluh. Ada niat, ciptakan waktu meski cuman semenit pun bermanfaat.

Pertanyaan:
“Bagaimana bila costumer suami misalnya pak …ketika ditanya apa yang diharapkan dalam pernikahan dan peran istri.. Jawabannya hanya titip dalam merawat anak saja.. Krn beliaunya (suami) ini sibuk dan workaholic.”
Jawaban:
Rinci bersama, Apa indikator dari TITIP dan RAWAT ANAK. Apa yg boleh dan apa yg tidak boleh?

C. Topik “Fungsi dan Peran Suami Istri”

Pertanyaan:
“Bagaimana menghidupkan lagi fungsi sebagai isteri dan Ibu secara benar dalam kehidupan sehari hari tanpa menjalani terapi?”
Jawaban:
Supaya ringan, maka mulailah nyicil.
Menjadi seorang ISTRI/IBU :
• Apa tindakan yg paling diharapkan dari suami/anak-anak?
• Kegiatan apa yg perlu ada bersama suami/anak-anak?
• Tema apa sajakah yg dipandang penting suami/ kanak-ansk?
Tanyakan kepada customer anda, yaitu Suami dan Anak-anak.

Pertanyaan:
“Bagaimana cara menyampaikan/ memberi support terbaik terhadap seorang suami yang laju perubahannya tidak secepat dan se-konsisten sang istri?”
Jawaban:
Belajar jadi Sayyidatina KHODIJAH yang menemani, mendukung, mengayomi. 😊
Bentuk realnya seperti apa?
Menerima ini yang sepertinya sulit. Parameternya berbeda… yang satu ketinggian, yang satu terlalu rendah. 😊
Memang baru tahu suami begitu sekarang?
Udah lama kan?
Kelinci jangan paksa kura-kura melompat.
Kalau udah tahu kecepatannya kura-kura ya berharapnya kura-kura, agar nggak frustrasi.

D. Topik “Mertua”

Pertanyaan:
“ Bagaimana menghadapi mertua yang memiliki sakit dalam hal kejiwaan (dendam, sulit menerima masukan dan sering mengingat kesalahan) sehingga kalau anak ada masalah sedikit emosinya berkepanjangan dan seringnya berlebihan dalam menanggapi masalah tersebut?”
Jawaban:
Anda punya keluarga dgn gangguan jiwa, berarti anda harus belajar jadi perawat untuk orang dengan gangguan jiwa.
Bersama suami, anak, belajar menanggapi dengan cara yg tepat dan stop tindakan sia-sia (mengubah mertua, berdebat, ribut).
Sing WARAS, ngalah.

E. Topik “Pengendalian Diri dan Pasangan”

Pertanyaan:
• Bagaimana menyeleraskan pandangan keluarga inti dengan keluarga besar. Seringkali salah faham dan berprasangka yg bukan bukan kepada kami?
Jawaban:
Belajarlah FOKUS kepada yang kendalinya ada pada diri anda dan pasangan.
Anda dikatakan punya kendali bila:
• Anda menginginkan ada perubahan,
• Punya pengaruh
• Punya waktu
• Punya pengetahuan dan keahlian
• Punya biaya
Satu unsur saja anda tak punya, STOP memikirkannya, karena cuman bikin hidup runyam dan stress.

Pertanyaan:
• Bagaimana caranya agar tidak terbawa sama kondisi moody yang kadang datang secara tiba-tiba?
• Cara yang ampuh dalam mengendalikan marah? Saat diri ingin sekali marah, bagaimana cara mengendalikannya? Sering kali untuk time out dari lokasi marah suka ga bisa?
• Saya sangat moody. Berarti saya bisa kasih tau suami saya saat si moody itu datang kah? Karena jika udah di kasih tau tanda2 saya bad mood dia gak tanggap
Jawaban:
Belajar menyadari saat anda lagi moody. Lebih baik menghindar atau diam.
Latihlah pasutri untuk tahu gelagat kalau pasangannya lagi bad mood.
Kasih tahu pasangan , apa yg harus mereka lakukan dan katakan, dan apa yang jangan dilakukan dan jangan dikatakan.
Informasikan saat mood lagi normal.
Misalnya :
“Bang, kalau nada bicaraku tiba2 tinggi, mohon Abang:”
• jangan terpancing,
• diem aja nggak perlu tanggapi omongan
• dekati aku, peluk aku…

F. Topik “Keuangan”

Pertanyaan:
“Dalam membantu ipar, perlukah izin dari istri? Kadang suami diam-diam membantu adik dan sepupunya. Apakah istri harus tahu jumlah yang suami beri pada sodaranya (ipar)?”
Jawaban:
Urusan duit itu urusan sensitif. Semakin sensitif justru perlu dibicarakan dari awal.
Misalkan, Saya dari awal dengan istri sepakat :
• Istri boleh memberikan kepada keluarganya tanpa saya perlu tahu
• Saat saya memberikan kepada keluarga saya, istri yang memberikannya.
Alhamdulillah adem ayem saja.

Pertanyaan:
“Suami sering salah ucap kepada mertua tentang kondisi keuangan rumah tangga kami. Misalnya ketika suami berkata ada hutang sekian, (tidak dijelaskan bahwa suami sedang tidak bisa membantu bengkel mertua), atau ketika suami berkata belanja sesuatu yang sekiranya agak mahal (hanya menyebut harga, tanpa menjelaskan beliau tidak keberatan membelanjakan dengan harga sekian untuk saya). Sehingga saya dianggap istri yang boros oleh mertua. Padahal selama bertahun-tahun menjadi ibu rumah tangga, orang tua saya selalu membantu keuangan kami dan orang tua saya tidak sesumbar dengan pemberiannya. Apakah saya boleh membela diri di depan mertua jika suami saya salah ucap dengan menyebut pemberian orang tua saya?”
Jawaban:
Boleh saja, dan siap dengan tanggapan suami dan mertua yaitu perdebatan dan pertengkaran. Apa bila suami sudah berpola seperti itu, dan sudah diingatkan, tetap begitu, belajar tidak terpancing. Pilihlah respon yg paling membuat anda nyaman. Percuma saja membela diri di orang yg udah menuduh.
Ada saatnya NDABLEG, CUEK BEBEK, itu perlu diamalkan.
cek IG gunting batu kertas.

Pertanyaan:
Kalo istri bekerja, dan si makmer tetap menganggap istri terlalu boros, padahal selama ini istri jarang minta uang sama suami kecuali belanja dapur, apakah perlu dibantah pak?
Jawaban:
Suami andanya akan bela anda bila anda debat dg mertua?
Bila dia malah bela diri dan bohong lalu bersama mertua anda asyik menuduh anda, anda malah rugi.
Kadang dalam kondisi begini NDABLEG alias jadi BATU saat mertua jadi gunting, PENTING DILAKUKAN.
Q: Ok. Kalo suami saya bela saya, berarti aman ya pak. Boleh dibantah sesekali 🤭
A: Terserah anda, asal siap kelola resiko..


1 thought on “Stop Salah Paham Dalam Rumah Tangga”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *