DAILY IBU PROFESIONAL

Talkshow Mahasiswi Teladan Bunda Sayang Batch 5 Termin #1

Ini merupakan post blog lanjutan dari sebelumnya, yaitu tentang pertukaran pelajar di kelas BunSay. Sempat juga saya buat aliran rasanya sebagai member IP Bogor untuk memenuhi syarat pendaftaran saat itu.

Alhamdulillah agenda berjalan lancar, kini saatnya saya meresumenya seperti saat exchange di matrikulasi dulu yang saya ikuti.

Ternyata ada 6 yang terpilih, saya salah satu ada didalamnya. Exchange mahasiswi teladan ini memang cukup mengecoh persepsi saya, yang awal mulanya hanya mengira kalau ini bakal banyak pesertanya kemudian saling ditukar di kelas ternyata menjadi dipilih 6 orang untuk presentasi online yang dibagi kedalam 3 malam.

Oia. spoiler dulu :
Tulisan ini murni dari hati terdalam, jika terdapat kesamaan tokoh, tempat dan waktu atau tidak sesuai mohon lampirkan di kolom komentar yaa. hihihi.

Lalu, siapa saja mereka.

FYI, saya tidak sendiri dari Bogor, jadi alhamdulillah punya teman. Namanya Dira (ini karena namanya panjang ntar aja saya tulis di bagian deskripsi- enggak hapal mode on :p )

Well, baiklah… saya mau tulis dulu profil mereka satu per satu ya plus pendapat saya juga. Karena ini pertama kalinya saya mengenal student dari kelas BunSay di wilayah lain, saya panggil semuanya dengan sebutan ‘teman’ ya.

Saya tulis urut dari hari pertama.

Andira Putri Larasati (Bogor)

Dira ini teman sekelas saya, seangkatan juga di kelas matrikulasi. Sama memulai masuk dari bulan desember 2017 (daftar di matrik batch 5). Tapi progress dia luar biasa, kerenlah pokonya satu orang ini. Kalau melihat profilnya kayaknya seumuran ya. Tapi di IP tidak mengenal umur ya semua sama-sama pembelajar.

Well, profilnya cetar berkarir di IP Bogor. Udah jadi observer Matrik #6, Jadi Fasil Matrik #7 dan jadi tim data analyze di R&D IIP. Dan aromanya bakal jadi fasil BunSay nih, kwkwkwkwk. Congrats ya. Intinya kalau sama dia mah saya enggak ada apa-apanya. Di IP Bogor, saya gak punya karir sama sekali.

Concern dan sekaligus keunggulan Dira disini mengajar alqur’an ke putranya sejak bayi. Sehingga putranya bisa jauh lebih ‘menonjol’ untuk hafalannya jika dibandingkan teman seusianya sebab ada sentuhan pola asuh Dira yang berlandas Alqur’an tersebut. Salut deh pokonya, barokalloh Dira. Ini mah beneran teladan sejati, hihi.

Oks, Next.

Di hari yang sama juga Rabu 24 Juli 2019 cuma beda jam. Kali ini jam 21.00 startnya. Yaitu..

Raida Hasanah (Kalimantan 1)

Teman satu ini dari jauh di pulau seberang, Kalimantan. Namanya mbak Raida (mbak, pakai ‘h’ enggak ya, aku lupa nanya, di profilnya hanya Raida- tapi di banner Raidah- haha, duh, kok malah bahas nama).

Mbak Raidah ini cukup senior ya jika dilihat dari profil beliau 32 tahun. Dan prestasinya juga aduhai, berkarir juga di IP Kalimantan sama seperti Teh Dira sebelumnya. Mbak Raidah Hasanah udah pernah jadi koordinator manajer kelas Matrik #6 dan saat ini menjadi sekretaris kelas BunSay Kalimantan 1. Kereeennnn.

Oia, mbak Raidah juga dulu ikutan CMSE tapi di Bandung ya?

Detailnya bisa baca profil beliau diatas ya. Mantul pokonya.

Kemudian next day 2. Tanggal 24 Juli 2019, Kamis. Start 20.00 WIB.

Tsamrotul Jannah (Surabaya 1)

Baca profil dan aliran rasa mbak Jannah ini aku terharuuu sekaligus BANGGA!

Well kok bisa Nik?

  1. Mbak Jannah ini pembelajar sejati, saya jarang menemukan orang yang bisa semangat serta menginspirasi seperti ini.
  2. Nama kita mirip (cieee, eh beneran), nama panjang saya aslinya Khoirun Nikmah Latifatul Jannah tapi di akta kelahiran saya dipotong jd tinggal Khoirun Nikmah aja wkwkwkwk.
  3. Riwayat kita sama, saya juga ortu broken home. Bedanya, broken home yang saya alami pas usia saya masih 3 tahun. alasannya KDRT, bapak selingkuh bohong dst. hehehee
  4. Mbak Jannah ini membuatku bangga, dimana bisa meluangkan waktunya setiap hari (senin-jumat ya mba>) untuk ngajarin anak-anak ngaji Alqur’an di TPQ dari asar sampai maghrib. Hikss pokonya aku kagum mbak, luar biasa. Ini jarang aku temui di era modern jaman now.
  5. Walaupun mbak Jannah ini cukup senior (kelahiran 80 ya mba? beda 10 tahun dengan ibuku, ibuku lair 70, jadi kuanggap seperti adik ibuku ya mba, gpp? hehe), mbak Jannah sungguh memberikan teladan bahwa belajar itu enggak mengenal usia. Mau sudah senior, mau baru lair intinya belajar itu bisa dimanapun dan dengan wasilah mana saja. Terpenting yang kata mbak Jannah di quotesnya (yang bikin saya trenyuh) ‘Bahagiakan dirimu dan selesaikan masa lalumu, maka engkau pun akan bisa membahagiakan orang-orang di sekitarmu’ . MasyaaAllah…

Well, itu ungkapan hati saya ya mbak, semoga berkenan. Saya terkesan banget setelah membaca aliran rasa mbak Jannah.

Next, sesi kedua ada..mbak Azmi

Azmi Aflah Fadhila (Gabungan)

Hai mbak, kita seumuran. Sayangnya saya yang kelahiran 1992 aslinya ini malah dituakan di akta, tapi pada intinya kita seumuran (hahahaha, mulai deh SKSD).

Mbak Azmi ini superb, bisa menjadi mahasiswi teladan dari kelas Gabungan. Belum dikaruniai putra ya mba tapi sangat menginspirasi, lha gimana nanti kalau udah punya putra beneran.. whuaaa bakal jauh lebih inspiring pasti. Saya doakan semoga senantiasa sehat dan diberikan yang terbaik ya mba, karena bukan perkara kita menjadi ibu duluan atau tidak, tapi justru kesiapan kita yang akan diuji. Justru saya sangat bangga dan kagum jika yang ikut BunSay ini yang belum punya putra, kenapa? karena enggak bakal seperti saya yang terseok-seok belajarnya diiringi dengan percobaan ini-itu untuk anak. Konsep pengasuhan saya masih random wkwkwk.

Saya kagum dengan aktifitas dan karir mbak Azmi ini di bidang informatika. Karirnya juga bersinar menjadi digital content online manager tim ya mbak. Membuat konten itu sulit, apalagi jika didigitalisasi, wkwkwk saya gak kebayang jika enggak passion. Semoga berkah selalu ya mba.

NEXT, THE LAST.

Hari ketiga, 25 Juli 2019.

Saya, Khoirun Nikmah. DIskip aja ya. Saya sertakan foto saja. Biasa aja, saya tidak ada rekam jejak karir di Ibu Profesional sebagaimana teman yang ada disini.

Kemudian di sesi penutup hari terakhir ada mbak Arri (mbak kita seumuran hahaha).

Arribath Hanifah (Sulawesi)

Ini juga membuatku kagum, karenaa pastinyaaa pinter berbahasa inggris 😍👏 dimana aku ngejar ielts aja gagal mulu wkwkwk.

Mbak Arri ini juga punya karir di IP sebagai admin WAG ya mbak, kerennn. Dan jiwa sosialnya juga teruji dengan menjadi MRI di ACT hingga 2020. Itu yang aku ingat pokonya salut. Oia sama quotes2nya yang berbahasa inggris. hehehe. Sukses berkah selalu ya mbaak.

Well, itulah profil dari teman-teman saya di talkshow sesion 1 ini. Keren semua yaa.

Kesannya gimana Nik?

aku terkejoett! wkwkwk intinya aku hepi bisa mengenal mereka yang menginspirasi ini. kemudian, aku juga jadi penasaran nanti yang terpilih di sesi 2,3 dan 4 nya nanti (kan per kuartal ya seleksinya hingga game 12). So, kalian yang ada di BunSay sekarang dan mau ikutan siapin diri yaa, selamat menginspirasi.

The last, aku mau lampirkan sertifikat juga ya, tapi punya ku aja- yang lain enggak aku simpan, maafkaaan. Supaya menjadi jejak diri di blog ini.

Terimakasih untuk seluruh teman seperjuangan disini, I-Pers Seluruh Nusantara, wabilkhusus kawan saya di IP Bogor, dan fasilitator yang super sabar, Teh Nonie yang gigih memperjuangkan kelas kami sehingga tidak ada yang dieliminasi (semoga hingga akhir tetap utuh amiiin).

Dan tentu juga seluruh pengurus pusat, wilayah, dan dapur kelasnya BunSay. Justru yg keren-keren ada disana.

Dan tentu pasti untuk Ibu Septi (ini saya ingin banget bisa berjumpa beliau, yg sudah berjumpa dan berdialog dg beliau secara langsung justru suami saya 😅 saya yg jd mahasiswi disini malah belum). Alhamdulillah atas ilmu yg telah ibu racik begitu bermanfaat.❤

Buat pembaca blog ini juga, I love you 3000. hehehe, semoga ada yang bisa mengambil hikmahnya dari setiap coretan kata disini.

Sekian dari saya, mohon maaf jika terdapat kesalahan kata.

Wassalamu’alaikum wr wb.
Ttd.
Khoirun Nikmah- IP Bogor Bunsay Batch 5

 

 

3 thoughts on “Talkshow Mahasiswi Teladan Bunda Sayang Batch 5 Termin #1”

  1. MasyaAllah mba nik, aku suka tulisannya,, menghibur.. 🤗
    Mba nik juga keren masyaAllah udah punya karya tulis 👍 sy ga smpat ikut live talkshow mba nik di malam k-3. Memang ruarrr biasa 6 mhsw teladan yg terpilih 😉.
    Salam dari bumi Sumatera mba..

    Putri_Kelas Bunsay #5 Sumatera 1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *