KAJIAN ISLAM

The Great Story of Prophet Muhammad SAW : Keluarga, Kehidupan, Role model, Penutup para Nabi

Introduction

Asal mula bangsa ‘Arab.

Cikal bakal penduduk jazirah ‘Arab bermula dari diturunkannya Nabi Adam As dan Hawa ke dunia. Keduanya menghasilkan keturunan dan salah satu keturunannya adalah Nabi Nuh as. Nuh yang diuji dengan kaumnya yang terus mengolok-olok dan tidak beriman akhirnya diuji dengan datangnya banjir besar.

Nuh beserta kaumnya yang sedikit itu selamat dengan naik perahu kayu yang pada akhirnya terdampar di Gunung al-Judi (sebelah timur Turki saat ini) hingga surut.

Yafits, Sam dan Ham adalah anak anak Nabi Nuh as. Para ahli sejarah sepakat bahwa seluruh umat manusia yang ada setelah nabi Nuh merupakan keturunan dari ketiga anak beliau (Q.S ash-Shaffat (37) : 77-80).

Yafits anak pertama nabi Nuh bergerak ke timur bersama keturunannya. Diantara mereka juga ada yang pergi ke arah barat. 

Sam anak kedua Nabi Nuh bergerak ke Mesopotamia (kini Iraq). Sam menetap disana yang akhirnya dikenal sebagai kaum Sumeria. Di saat yang sama, diantara mereka menyebar ke berbagai wilayah Jazirah Arab antara lain kaum Tsamud, Judais, Amaliq dan ‘Aad. Nama Al-Arabiyah berawal dari sini.

Sementara Ham anak bungsu Nabi Nih menuju selatan Mesopotamia bersama anak cucunya. Sebagian dari mereka pergi ke tenggara (kini adalah India) dan barat daya. Mereka menyebrangi selat babul mandub menuju arah Afrika utara dan sekitarnya.

Ditilik dari sejarah bangsa ‘Arab, para sejarahwan membagi menjadi 3 bagian.

  1. Arab Ba’idah (arab pendahulu, dari Sam. yaitu Tsamud, Thasam, Judais, Amaliq dll)
  2. Arab Aribah (penduduk asli) yaitu keturunan Ya’rub bin Yasyjub bin Qahthan.  Tempat tinggal asli mereka di Yaman. sebelah selatan jazirah Arab. Mereka bergerak ke tanah Arab untuk mencari penghidupan. Dari mereka berkembang menjadi 2 suku besar yakni Kahlan dan Himyar.
  3. Arab Musta’ribah (pendatang) yaitu Arab dari keturunan Ismail as. Disebut juga Arab ‘Adnaniyah. Saat Jurhum (poin 2) -Bani Qahthan datang ke mekkah, datanglah Ismail kecil dan Hajar (oia nama aslinya hanya Hajar ya. ngga perlu embel2 siti. di Arab tidak ada nama Siti. Siti hanya di Indonesia, dan orang Indonesia nih ntah kenapa suka banget nambah2i nama 😂). 

Mereka kemudian tinggal disana dan mempelajari bahasa Arab.

Kisah Hajar adalah wanita mulia, terhormat  putri satu satunya Raja Firaun yang dihadiahkan kepada Ibrahim kala itu. Hajar sangat cantik, taat dan cerdas. Jika ada sejarah yang mengatakan Hajar adalah seorang budak, itu adalah buatan kaum Yahudi untuk merendahkan dan memutarbalikkan fakta. Hajar bukanlah budak. Hajar sangat dilindungi tinggal di istana Ayahandanya – Firaun. Hajar putri mahkota satu satunya kesayangan Firaun. 

Nabi Ibrahim berasal dari Ar, wilayah di Mesopotamia (Iraq) yang kemudian hijrah ke Harran dan Palestina hingga ke Mesir (bertemu Fir’aun)

Silsilah Bani ‘Adnan (moyang Rasulullah saw)

Muhammad (lahir 571 M) bin ‘Abdullah (lahir 545 M) bin Abd al-Muthallib (lahir 480 M) bin Hasyim (lahir 464 M) bin ‘Abdu Manaf (lahir 430 M) bin Qushai (lahir 400 M).

Hasyim adalah penanggungjawab penyediaan air dan makanan bagi para tamu yang datang ke Ka’bah. Ia hartawan terhormat dari keluarga Bani abdi Manaf bin Qushai. Ialah orang pertama yang menyediakan jenis makanan ats-Tsarid (roti yang diremuk dan direndam kedalam kuah) kepada jamaah haji di Mekkah (ibadah haji sudah dicontohkan sejak Nabi Ibrahim ada). Nama aslinya ‘Amru tapi ia biasa dipanggil Hasyim karena pekerjaannya (Hasyim dalam bahasa arab artinya meremukkan roti). Ia juga yang mencanangkan program rihlah (bepergian) bagi suku Quraisy yakni rahlatusy-syta (bepergian di musim dingin) dan rihlatush-shaif (bepergian di musim panas).

Dunia di luar Arab

Peradaban di luar dunia Arab dalam kondisi kegelapan yang pekat (abad ke-6 dan 7 Masehi). Kezaliman merajalela. Di setiap sudut dunia merebak paganisme (menyembah berhala), takhayul, fanatisme berlebihan terhadap suku, penyakit sosial, dan penyelewengan kekuasaan.

Pada masa itu pula terjadi penyimpangan pada berbagai macam ajaran kebenaran yang datangnya dari para nabi dan para ahli hikmah.

Kala itu dunia dikuasai dua imperium besar : Romawi dan Persia. Dunia dihuni pemeluk berbagai macam aliran, mulai dari Nasrani, Majusi, Yahudi dan sebagainya.

Realitas dunia yang seperti itu digambarkan oleh Rasulullah dalam sebuah Hadist.

“Sesungguhnya Allah melihat keadaan para penghuni dunia ini, sehingga Dia sangat murka terhadap mereka semua ; bangsa Arab maupun non-Arab, kecuali sisa – sisa dari Ahli Kitab” (H.R Muslim).

yang dimaksud ahli kitab adalah mereka yang masih berpegang teguh kepada ajarab ajaran agama tauhid (dari Ibrahim dst) tanpa melakukan penyimpangan-penyimpangan.

Selain Persia dan Ronmawi kala itu juga berkembang beberapa kerajaan, yaitu

  1. Kekaisaran Sasanaid
  2. Kerajaan yaman
  3. Kekaisaran Uksum Habasyah
  4. India dengan ajaran Brahmana (dalam bentuk patung hingga mereka membuat 3 patung Brahma, Siwa dan Wisnu)
  5. Cina dengan ajaran Lao-Tse (paganisme & fokus pada teori doktrin moral dibandingkan dengan ritual praktis), Konfusius (kebalikan Lao Tse- lebih kepada ritual praktis dan cenderung memperhatikan dunia. Lama kelamaan mereka tidak mempercayai yang mereka sembah pada akhirnya mereka bebas memilih menyembah apa yanh mereka kehendaki, hingga pohon dan sungai juga boleh disembah) dan Buddha (mengandung beberapa aturan yang sederhana dan jelas namun kemudian disusupi oleh khurafat dan dipadukan dengan menyembah patung-patung /paganisme. Buddha sama sekali tidak menyinggung konsep ketuhanan, karena itu para ahli sejarah agama buddha ragu dan bingung atas keberadaan agama ini 😅).

Kehidupan Muhammad SAW.

Setelah Abdullah (ayahanda Rasulullah) wafat -dengan meninggalkan warisan lima ekor unta (setelah habis 100ekor untuk nazarnya), sekumpulan kambing dan seorang budak dari Habasyah yang bernama Barakah, dialah yang menjadi pengasuh Rasulullah sw.

Tepat 50 hari setelah peristiwa penyerbuan gajah ke Ka’bah, usia kandunga  Aminah telah mencapai 9 bulan. 

Beberapa tanda kenabian muncul mengiringi kelahiran Muhammad. Dikisahkan Aminah berkata, “Ketika aku melahirkannya, dari rahimku keluar cahaya yang menerangi istana-istana negeri Syam” (Musnad Ahmad dan Sunan ad-Darimi). Pun saat itu juga api yang berada di Persia yang tidak pernah padam (disembah oleh kaum majusi) seketika padam.

Kemudian beriring kisah yang luar biasa dari kelahiran hingga masa remaja beliau.

  1. Keberkahan bagi keluarga Halimah
  2. Peristiwa pembedahan dada
  3. Aminah wafat
  4. Di bawah asuhan kakek
  5. Paman yang penuh empati (Abu Thalib)
  6. Di depan pendeta Bahira
  7. Tertidur saar ingin menonton (kisah remaja Rasulullah)
  8. Berperan serta dalam perang Fijar
  9. Muhammad berdagang (hingga dijuluki al-Amin)
  10. Awan mengiringi Muhammad saat berdagang
  11. Diberi salam oleh batu dan pohon.

Kehidupan Pernikahan Muhammad dengan Khadijah

Khadijah adalah wanita paling istimewa di Mekkah. Khadijah sangat mengagumi Muhammad, selama ini banyak lelaki yang meminangnya tetapi ia selalu menolaknya. Keinginannya untuk menikah dengan Muhammad ia sampaikan pada Nafisah binti Munayyah (jadi perantara / mak comblangnya).

Setelah cukup lama merenung, Muhammad menyetujui permintaan Khadijah. Lalu diceritakannya hal tersebut pada pamannya dan akhirnya disetujui.

Dari Khadijah dikaruniai 6 orang anak (4 perempuan, 2 laki laki- namun yang laki laki meninggal saat masih kecil) :

  1. Zainab (menikah dg Abu al Ash bin ar Rabi’)
  2. Fathimah (menikah dengan Ali bin AbibThalib)
  3. Ruqayyah (menikah dengan Utsman bin Affan)
  4. Ummu Kultsum (menikah dengan Utsman bin Affan setelah kakaknya meninggal- Ruqayyah)
  5. Al Qosim (meninggal saat masih kecil)
  6. Abdullah (meninggal saat masih kecil)

Dengan Khadijahlah Rasulullah hidup dengan penuh keprihatinan. Khadijah adalah sosok istri yang lembut, mampu membaca psikologis suaminya di kala susah/dikucilkan kaumnya, istri yang mendukung secara totalitas baik materi, jiwa, raga dan bahkan waktu yang dimilikinya. Pernikahan Rasulullah dengan Khadijah berlangsung selama 23 tahun hingga Khadijah wafat- dipanggil Allah terlebih dahulu.

Fase Poligami Rumah Tangga Nabawi

Berbicara poligami, fasenya sangat pendek yakni Rasulullah berpoligami hanya selama 12 tahun. Jauh dari fase monogaminya yang 23 tahun bersama Khadijah.

Nabi saw diperbolehkan menikahi wanita lebih dari 4 orang (banyak tujuan di pernikahan ini).

Ada 13 wanita (1 monogami, 12 poligami) yang pernah terikat pernikahan : 2 orang meninggal saat Rasulullah masih hidup (Khadijah dan Zainab binti Khuzaimah) , 9 orang meninggal sepeninggal Nabi saw) dan 2 orang yang tidak pernah disentuh Nabi.

  1. Saudah binti Zam’ah. Berawal di tahun ke-10 kenabian beliau menikah dengan Saudah, setelah beberapa bulan Khadijah wafat. Saudah  meninggal di Madinah pada tahun 54H.
  2. Aisyah binti Abi Bakar ash-Shiddiq. Dinikahi pada bulan Syawal tahun ke-11 kenabian. Hanya Aisyah yang dinikahi masih gadis (perawan). Termasuk wanita yang cerdas paling banyak ilmunya. Meninggal pada 17 Ramadhan 58 H. Dimakamkan di baqi’
  3. Hafshah binti Umar bin Khattab. Suaminya (Khunais bin Hudzafah as-Sahmi meninggal dunia waktu antara perang badar dan uhud). Dinikahi selepas masa iddahnya di bulan Sya’ban. Meninggal pada usia 60tahun tahun 45H. dimakamkan di baqi’
  4. Zainab binti Khuzaimah. dijuluki ummu masaakin (ibunda orang orang miskin) karena kasih sayangnya dan kemurahan hati pada kaum miskin. Ditinggal mati suaminya saat perang uhud (Abdullah bin Jahsy). Meninggal setelah 3bulan setelah menikah dengan Rasulullah. dimakamkan di baqi.
  5. Ummu Salamah Hindun binti Abi Umayyah. Suaminya, Abu Salamah meninggal pada tahun 4 H. Dinikahi Rasulullah pd akhir syawal tahun 4 H. meninggal tahun 59 H (ada yg menyebut 62 H) dalam usia 82 tahun. dimakamkan di baqi’.
  6. Zainab binti Jahsy bin Rayyab. Berasal dari banu Asad bin Khuzaimah, putri bibi Rasulullah sendiri (nah disinilah jelas perkara mahram dan non mahrom. Apabila masih persaudaraan dari bibi perempuan hukumnya boleh dinikahi, jika anak dari pihak laki-laki (paman atau paklik) maka tidak boleh dinikahi) pada tahun ke-5 H. Mantan istri Zaid bib Haritsah (merupakan anak angkat Rasulullah. disini tercantum sejarah juga- tentang anak angkat). Wanita pertama dari Ummahatul Mu’minin yang meninggal setelah Nabi saw. Umar menshalatkan jenasahnya di makam Baqi’
  7. Juwairiyah binti al-Harits. Bapaknya adalah pemimpin bani al-Mushtaliq dari Khuza’ah. Saat itu Juwairiyah ada diantara para tawanan Bani al-Mushtaliq (kalah perang) yang kemudian ditebus oleh Rasulullah. Dinikahi pada tahun ke-6 H. Wanita yang banyak memberikan keberkahan kepada kaumnya  karena 100 tawanan bani al-Mushtaliq terbebas setelah ia dinikahi Rasulullah saw. Meninggal rabiul awal pada usia 65tahun pada tahun 56 H.
  8. Ummu Habibah Ramlah binti Abi Sufyan. Mantan istri Ubaidillah bin Jahsy yang hijrah ke habasyah, Ubaidillah murtad masuk nasrani dan meninggal disana. Rasulullah mengutus Amr bin Umayyah adh-Dhamri untuk menyerahkan surat beliau kepada Raja Najasy pd bulan Muharram 7H. beliau juga menyampaikan lamaran kepada Ummu Habibah. Rasulullah memberikan mas kawin sebanyak 400 dinar dan berjumpa dengannya setelah pulang dari perang Khaibar. Ummu Habibah meninggal pada tahun 44 H.
  9. Shafiyyah binti Huyai bin Akhthab. Ayahnya adalah pemimpin bani Nadhir dari Bani Israel (yahudi), Huyai bin Akhtab juga termasuk tawanan perang Khaibar. Shafiyyah ini sangat cantik melebihi Aisyah, diantara ummul mukminin, dialah yang dari kaun yahudi.
  10. Maimunah binti al-Harits. Saudari Ummul-Fadhl Lubabah binti al-Harits. Dinikahi pada tahun 7 H (saat umroh qadha’ setelah habis masa iddahnya). Berkumpul di Saraf (9 mil dari Makkah). Meninggal dan dimakamkan di Saraf pada tahun 38 H.
  11. Mariyah al-Qibhtiyah. Hadiah dari al-Muqauqis (raja Mesir). Mariyah ini cantik banget, cleopatra Mesir. Mariyah sangat cantik dan menimbulkan rasa iri para ummul mukminin sebab dari Mariyah lah Rasulullah bergembira kembali karena Mariyah kemudian hamil dan melahirkan seorang putra dari Rasulullah. Namanya ibrahim  namun pada usia 2tahun Ibrahim meninggal. 
  12. Raihanah binti Zaid an-Nadhiriyah. Dinikahi bukan sebagai wanita merdeka, sebelumnya termasuk tawanan Quraizhah.

Demikianlah dari 12 istri yang dinikahi Rasulullah setelah Khadijah wafat, mereka tidak menghasilkan satu pun keturunan. Hanya Mariyah yang menghasilkan seorang putra walaupun tidak panjang usianya (meninggal di masa kecil).

Semoga bermanfaat. Pembahasan detail per nama next time yaa 🤗,

Sumber :

  1. buku the Great story of Muhammad saw (Maghfirah pustaka)
  2. Kajian Taskif
  3. Bedah buku ummul mu’minin (catatan sendiri)

Tinggalkan Balasan