Today in Orchid Green Park

Tadi pagi agenda saya mengisi materi konMari di masjid Maar III di perumahan Orchid Green Park.

Alhamdulillah acara berjalan lancar, walaupun hanya 2,5jam. Itupun membawakan materi dengan sangat cepat. Biasanya jika ingin totalitas membutuhkan waktu minimal 4jam, atau kalau bisa setengah hari (8jam) hehehe. Sebab paling berat ada pada materi basic terkait pola pikir dan mindset di awal.. Untuk sesi materi berbenahnya sendiri atau praktiknya sih mudah.. πŸ€—

Sejak awal tahun 2018 saya memang mencoba offline, dengan mengisi di berbagai masjid, acara rumahan hingga di perusahaan. Itu efek dari suami saya yang telah lebih dulu menanangani permintaan offline sejak tahun lalu. Bahkan suami juga sangat antusias pada tahun 2017 kemarin mengisi di kantor, kampus hingga acara emak emak. Nah ! pada akhirnya ada yang request.. “istrinya aja yang ngisi konMari, gimana pak?” #dhuaaarr..! langsung deg degan wkwkwkk. padahal setiap suami ngisi acara, saya ngga pernah ikut.. 

Kemudian pikiran ini melalang buana pada masa masa di kampus dulu. Menjadi pemandu lkmm pra TD. Rasanya.. membara dan asyik. Walaupun materi, kondisi dan audiens jelas berbeda pada saat ini tapi saya mau berkembang. Okeh 

Akhirnya januari awal saya berani mengisi materi konMari. Waktu itu di masjid Al Madinah 2x, di jakarta dengan Tinkerlust & Googaga (ada Andra Alodita juga) dan masjid Timah Depok.

Februari kemarin di gedung pusat Indosat dan kajian. Februari agak pendek waktunya dan saya tidak berani memasang jadwal terlalu banyak.

Awal Maret ini mulai di masjid perumahan Orchid Green Park ini.

Tujuan jangka panjang sebenarnya bukan sekedar berkonMari namun lebih kepada menata diri dan menata negeri. Pintu gerbangnya ada pada metode KonMari.

Maka kegiatan offline (walau tidak intens) juga mendukung sebab tidak semua orang mampu untuk mengikuti kelas online dengan berbagai pertimbangan..

BerkonMari adalah sebuah passion, passion yang membangunkan banyak orang. Untuk lebih tertata kehidupan sehari harinya.

Mengutip kalimat dari Victoria Moran :

A simple life is not seeing now little we can get by with- that’s proverty- but now efficiently we can put first things first.

Seni menata rumah, hidup dan bahkan negara tidak bisa instan diperoleh. Termasuk menata pengeluaran belanja πŸ˜‚ berungung saya gak punya hobi belanja. Selain belanja buku, itupun dengan berbagai pertimbangan yang masuk akal.

pulang dari Depok tadi saya senang.

pertama, di Depok saya bertemu peserta dari jawa timur juga. jadi iso ngomkng jowoan, aseek

kedua, bertemu dengan senior. satu kampus. alumni. berasa reunian. hehe

ketiga, sampai rumah tetiba ada paket. Padahal pagi tadi baru juga ambil paket dari periplus. Eh ternyata siangnya dapat paket daro Gramedia 😍 asiik (total 8buku).

Alhamdulillah untuk hari ini.

~lanjut baca buku kuyy~

Tinggalkan Balasan