IBU PROFESIONAL

Workshop Pandu 45

Pre-Lude

Pada hari ahad, tanggal 22 Desember 2019 saya mengikuti acara workshop Pandu 45 yang merupakan panduan menemukan bakat anak lewat ragam aktifitas.

Sepekan sebelumnya, saya cancel acara ini karena satu lain hal. Intinya sudah ada planning lain di tanggal yang sama, namun H-3 menjelang acara akhirnya saya kembali ‘putar arah’ untuk hadir di acara ini.

Saya berangkat dari rumah sekitar pukul 6 pagi, tiba di lokasi (Hotel Salak the Heritage) pukul 7 dan langsung registrasi. Mendapatkan goodie bag, kupon makan dan kupon doorprize. Didalam juga disediakan coffee break. Saya hanya mencicipi coffee break 1 kali di pagi sebelum acara mulai dan mengisi ulang air didalam botol. Siang hari dan waktu break, saya naik-turun ke bawah mencari toilet dan mushola.

Pandu 45 merupakan tools yang dikenalkan oleh Bu Septi dan Pak Dodik yang merupakan pendiri dan inisiator Komunitas Ibu Profesional. Dari pengalaman beliau berdua selama mendidik putera-puterinya kemudian dirumuskan dalam aktifitas yang dikombinasikan dengan personality atau talents yang masuk kedalam tools yang dinamakan pandu 45. Disebut pandu, konon beliau berdua bejumpa di acara kepanduan, pramuka. Sedangkan 45 merupakan jumlah atau menu aktifitas yang disediakan didalam tools tersebut. Intinya ragam aktifitas ini sungguh menyenangkan.

Sesi 1

Di sesi ini terdapat serangkaian acara, pembacaan doa, pembacaan puisi, sambutan-sambutan, pergantian pengurus ibu profesional wilayah Bogor, wisuda bunsay batch 4, pembukaan materi dan tanya-jawab sesi pertama. Sebelum sesi pertama ditutup, terdapat sesi merayakan hari ibu sekaligus memberi ucapan selamat hari ibu dari Ibu Profesional Bogor kepada Ibu Septi dan Pak Dodik. Kue berwarna biru tersebut merupakan karya dari rumbel (rumah belajar) Boga Bogor.

Materi pembuka workshop pandu 45 diawali dengan jargon “fokus pada kekuatan, siasati kelemahan” yang merupakan intisari dari ragam aktifitas ini. Maksud dari fokus pada kekuatan adalah fokus pada diri sendiri dulu, sebelum melakukan pengamatan kepada anak.

Dilanjutkan dengan penjelasan sisi hidup didalam jiwa manusia yang terdiri dari fase : Kanak-kanak, fase Remaja dan Dewasa (menjadi orangtua). Ketiga human soul ini perlu ditumbuhkan bersama-sama. Bukan berarti ketika berada di fase orangtua, sisi kanak-kanak dilenyapkan, justru sisi kanak-kanak diri kita sangat membantu untuk menciptakan rasa hangat, rasa tenang, memberikan keceriaan dan mengisi jiwa.

Pak Dodik memberikan ulasan terkait perkembangan dari dua tokoh yang sukses menggenggam kemampuannya, mereka membuktikan bahwa dirinya enjoy dan mampu earn walaupun sering dicibir banyak orang. Yakni Ellon Musk dan Eed Shereen. Intinya adalah being yourself, be courage, sebab kita tidak mampu mengkontrol omongan orang maka perlu kebesaran hati untuk mewujudkan menjadi diri sendiri.

DON’T

Hal yang harus dihindari adalah melabeli anak terlalu dini (membuat kesimpulan terlalu dini) dan melakukan sprint/tergesa-gesa/ bergegas atau kemrungsung (terbutu-buru). Efek jika terlalu dini, bisa jadi membuat sangkar terhadap aktifitas anak (ini kurang sehat untuk tumbuh kembangnya). Padahal pengamatan masih panjang (pandu 45 disusun dari usia dini hingga 17 tahun anak) maka perlu adanya feedback, konfirmasi terhadap seluruh proses pengamatan ini.

DO

Sedangkan yang harus dilakukan adalah perbanyak tiga hal di bawah ini :

  • Banyak main bareng
  • Banyak ngobrol bareng
  • Banyak berkegiatan bareng

Berdasarkan 3 aktifitas di atas, kita perlu melakukan konfirmasi terus pada anak-anak. Apabila sudah nampak minat yang dominan, tetaplah jalan, buat aktifitas atau mencoba hal baru lainnya yang bisa dieksplore. Namun tetap berikan batasan waktu sampai usia tertentu sesuai komitmen yang disepakati anak dan keluarga secara bersama (misalnya fokus di bidang A atau B). Harapannya anak-anak kita nanti bisa menjalani pendidikan dan profesi sesuai minat dan passion mereka sesungguhnya.

Aturan Dasar Pandu 45:

  1. Open mind
  2. Observe and Accept
  3. Growing Together

Q & A Sesi 1 termin 1

Pertanyaan :

  1. Farah
    Ibu pekerja ranah domestik. Punya 2 anak dengan tipe berbeda. Yang pertama senang beraktivitas bersama. Yang kedua sering menolak aktivitas bersama. Penyendiri.
    Bagaimana memotivasi anak untuk beraktivitas bersama? Mengingat jika tak beraktivitas bersama maka kita tak bisa menilai bakat, kesukaan anak-anak.
  2. Derin (ibu 3 anak 10th, 4th, 8 bln)
    Kendala yang dihadapi saat bermain dengan 1 anak maka anak lain ‘mengganggu’.
  3. Budiman (ayah yang senang mendampingi anak)
    Pergi pagi pulang malam. Saat menemani sering merasa lelah. Saat diajak beraktivitas anak sering menyatakan rasa lelah.
    Apa yang harus dipilih? Tetap bekerja seperti sekarang? Atau mencari alternatif lain yang bisa lebih banyak beraktifitas dengan anak.

Jawaban :
Manajemen Kelas Bermain perlu dipahami. Jika permainan memang hanya untuk 1 orang maka anak yang tak kebagian diajak main kecenderungan akan mengganggu anak yang lain. Cari jenis permainan yang bisa disukai bersama dengan melakukan observasi (mengamati, mendengarkan, menanyakan langsung).

Selalu awali dengan orangtua yang bahagia. Karena rasa bahagia, antusiasme ortu akan dirasakan juga oleh anak-anak.

Saat lelah bekerja di ranah publik sehingga ada keterbatasan membersamai anak-anak maka komunikasikan situasi sebenarnya pada anak-anak. Terkadang hidup tak semudah menentukan pilihan bekerja/tak bekerja. Terkadang ada kondisi dimana harus menerima kondisi yang ada.
Upayakan totalitas bermain bersama anak-anak walaupun hanya sebentar. Fokus saat bersama.

Q & A Sesi 1 termin 2

Pertanyaan :

  1. Ayah Aidan
    Bagaimana membedakan background pendidikan yang dimiliki ortu yang ingin ditularkan sebagai bekal hidup anak Vs membatasi bakat/potensi anak
  2. Igo (6 th, 2 th)
    Ada pelajaran yang disukai dan tidak disukai anak di sekolah. Bagaimana tanggung jawab ortu pada kurikulum yang mengupayakan anak tetap belajar yang tak disukai agar mendapat nilai sesuai persyaratan sekolah?
  3. Sasya Pematang Siantar (2 anak)
    Anak pertama 8 th suka memasak dan mulai mencoba berjualan on line. Sering terjadi perdebatan apakah anak seusia itu sisi ‘earn’ terlalu dini dilakukan? dan bagaimana penjelasan aktivitas magang di Padepokan Margosari.

Jawaban:

Sama halnya seperti pemberian nama anak merupakan doa orang tua. Harapan yang seyogyanya bukan bersikap membatasi.
Keinginan menularkan kebisaan ortu diperbolehkan sebatas mencari variasi aktivitas yang bisa dipilih anak tetapi tidak dipaksakan.Ortu yang lebih tahu bakat, kesukaan anak. Jangan paksaan ambisi, obsesi ortu kepada anak, terima dan syukuri.

Ada hal yang tak disukai tetapi harus dijalankan karena itulah opsi realistis yang ada saat ini. Kembangkan grit passion and perseverance.
Passion: Gairah
Perseverance: Ketekunan

Prinsip magang di Padepokan Margosari.
Magang = keluar dari rumah
Murid siap kami datang.
Kesiapan didasari kekuatan iman, perbaiki adab/akhlak, termasuk cara bicaranya.
Agar saat keluar rumah sudah punya prinsip yang kuat, tidak terpengaruh hal buruk di luar dan justru bisa menjadi contoh baik di lingkungan berbeda.

Tempat magang seharusnya adalah belajar pada orang yang sukses dan bahagia dalam bidangnya. Bisa diawali dengan magang di lingkungan/lingkaran role model terdekat. Yang bisa memberi pemakluman saat anak yang sudah dibekali kemampuan basic magang. Berlanjut ke lingkaran lebih luas.

Sesi 2

Sesi ini dimulai setelah ishoma. Yakni pukul 1 siang hingga 4 sore. Di sesi ini terdiri dari rangkaian acara : senam, game mencari teman, praktik menjadi pendengar yang baik, hingga terakhir dibagi kedalam kelompok besar (10 per grup). Sesi ini seru karena memang langsung praktik memainkan tools pandu 45.

Perlu digarisbawahi adalah bahwa pandu 45 bukanlah tools yang bertujuan melabeli anak-anak. Melainkan tools yang digunakan untuk mencari kekuatan anak. Dimana definisi kekuatan disini merupakan sesuatu yang membuat seseorang ASYIK dengan apa yang ia lakukan dan menjadi produktif karenanya.

Kekuatan tidak bisa datang begitu saja, ia perlu usaha bersama untuk tumbuh bersama (growing together)- dalam hal ini dalam lingkup keluarga kita.

Untuk menuju kepada pemahaman tentang kekuatan, ia butuh proses panjang sehingga tidak boleh menggegasnya. Terdapat banyak road map sesuaikan dengan kondisi keluarga masing-masing, buatlah sesuai atau versi keluarga Anda. Adapun yang dibagikan disini merupakan road map yang sudah dijalankan oleh Bu Septi dan Pak Dodik. Terdapat 3 tahap :

  1. First Stage
    a. Iman
    b. Akhlak
    c. Adab
    d. Bicara
  2. Second Stage: Kaya (disinilah pandu 45 masuk sebagai tools)
    a. Wawasan
    b. Kegiatan
    c. Gagasan
  3. Third Stage
    a. Keterampilan
    b. Pengetahuan

Untuk tahap pertama tidak dibahas detail karena kembali kepada keluarga masing-masing. Adapun detail pembahasan ada pada tahap kedua karena berkaitan dengan pandu 45.

Maksud dari kaya wawasan merupakan kegiatan yang menambah wawasan anak seperti melakukan field trip, silaturahim, menonton video berbagai profesi, melakukan role play. Disini aktifitas untuk menstimulasi bentuk komunikasi dan menggali sangat erat. Oia, mohon bedakan makna antara ngobrol dan komunikasi. 🙂

Kaya kegiatan dan gagasan akan terwujud jika anak sudah kaya wawasannya. Minimal ketika anak sudah mulai memiliki wawasan, ia akan mampu menciptakan kegiatan dan gagasan versi dirinya.

Di sesi terakhir ini, pesan dari Bu Septi adalah usahakan setiap kita mampu memiliki self assurance (belief in yourself and your abbilities) sehingga ketika kita ingin menumbuhkan anak untuk mencapai kekuatannya, kita mudah untuk menumbuhkan self assurance anak. Karena ini modal kuat juga. Dan usahakan jangan memaksa anak untuk memahami bahasa kita tapi kita yang harus pahami mereka.

Conclusion

Pesan terakhir dari Pak Dodik sebelum acara ditutup adalah “jika bingung mulainya, lakukan dari 3 hal utama tadi : banyakin main, ngobrol dan berkegiatan bareng anak.” sebab begitu banyak teori yang masuk, kerjakan dulu sedikit dan setahap demi setahap. Enjoy it.

Alhamdulillah, walaupun saya tidak sempat meminta foto berdua, namun semoga dua buah buku karya saya yang dititipkan kedalam goodie bag Bu Septi bisa beliau baca. Amiin 🙂

Bagi yang mau download ebook pandu 45 sila klik disini (open source).

1 thought on “Workshop Pandu 45”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *