Penyendiri – Chapter 7

Hampir sepekan aku dirawat di rumah sakit ini, tentu ada hal yang terlewat, UTS. Beberapa teman menjengukku, mulai dari Dimas, Lidya hingga Riki. Satu per satu mulai menyadari keberadaan Randi yang enggak biasa, hampir selalu di sampingku, bak juru bicara, dia menjelaskan dengan tekun kepada mereka. Aku malu, lebih tepatnya- enggak punya daya, seharusnya Randi […]

Penyendiri – Chapter 6

A Walk to Remember Kering. Panas. Kurogoh saku baju, kosong, di kantong celana hanya menyisakan uang lima ribu selembar. Tentu ini menyakitkan, lebih-lebih saldo ATM sudah enggak bisa ditarik. Kuembus napas, berat. Dimas masih sholat Jum’at, aku menunggunya di kantin pusat dekat pelataran masjid. Botol minumku sudah kosong, aku harus berjalan memutari masjid untuk menemukan […]

Penyendiri – Chapter 5

Menyimpan Rasa Pukul 3 dini hari aku melompat bangun, bukan karena alarm kamar sebelah lagi, melainkan tanganku yang tertindih. Semalam aku tertidur tanpa sadar, kelelahan. Sambil memijit lengan, aku teringat deadline tugas yang semalam belum kuselesaikan. Sungguh kacau pikiran, membuat kacau ritme harian. Sepekan ke depan aku sudah masuk mid semester, tentu seluruh tugas selama tiga bulan ini harus […]

Penyendiri – Chapter 4

Luluh dan Membeku Tiba di kosan, punggung mulai terasa, mengeras. Seperti jalanan aspal yang kering, terik di bawah matahari ditimpa batu-batu hitam. Pun dengan diriku, setiap hari harus rela berjalan kaki digelayuti berbagai macam buku pinjaman dari perpus. Enggak bisa mengelak, memang beginilah rutinitas. Sejak aku memutuskan untuk meninggalkan rumah, aku hanya sempat membawa sebuah […]

Penyendiri – Chapter 3

Halusinasi yang Menghantui Sebelas bulan, aku berhitung. Setelah kepergian Rezvan. Jujur saja, ini enggak mudah aku lupakan bahkan aku hilangkan. Sekalinya mencoba mengalihkan, bayangan itu hadir seperti jiwa yang normal, tersenyum, seolah masih ada. Hadir di setiap mimpi, aku bahkan sering berjaga, terbangun, sungguh ini menyesakkan. Tiga bulan di jurusan, aku sering ketiduran. Seangkatan enggak […]

Penyendiri – Chapter 2

Irreplaceable Interlude : Kelas XI “Ra, aku janji kalau udah sampai Tokyo aku kabari kamu.” ujarnya, mantap. Ini malam minggu, daripada aku jenuh di rumah mendengar omelan Papa dan tante, kuputuskan untuk duduk di warung lesehan, bersama Rezvan. Tadi siang aku enggak bisa menemuinya. Setelah praktik Biologi, aku harus menyelesaikan deadline artikel majalah. Rezvan sendiri […]

Penyendiri – Chapter 1

Semester Satu Agustus, 2004. Apa asyiknya beramai-ramai? Bahkan perasaan gelisah pun enggak bisa kuredam hanya dengan bertatap muka, ngobrol bersama mereka. “Ra, nonton yuk, kamu jangan baca buku terus, ntar cepet tua lho, hahaha” “Ra, dicariin Dimas tuh kayaknya dia suka sama kamu. Hahaha” “Kemarin kemana aja sih Ra? Sekelas nyariin kamu, kita kena skors […]

CLAIR : The Death that Brings Us Closer

Introduction Hai Clairmates (aku juga bagian dari kalian). Salam kenal, aku Nikmah atau Niknik -sapaan akrab- usia 28 tahun walaupun aku sudah menikah tapi jiwa mudaku tak pernah pudar. HAHAHAHA. Sama seperti kalian, suka seliweran ke timeline atau akun Bunda Ary (HAYO, NGAKU?) hanya sekadar untuk tahu apa saja yang bunda posting (please, jika bunda […]